Tim SAR Cek Mayat Terdampar di Pantai Elong-Elong

EVAKUASI : Sosok mayat dievakuasi setelah ditemukan warga terdampar pantai elong-elong Kokok Putek Bilok kecamatan Sembalun. (ist/)
EVAKUASI : Sosok mayat dievakuasi setelah ditemukan warga terdampar pantai elong-elong Kokok Putek Bilok kecamatan Sembalun. (ist/)

MATARAM–Sesosok mayat ditemukan warga terdampar di pantai elong-elong Kokok Putek Bilok kecamatan Sembalun, Lombok Timur  Jumat sore (7/8/2020).

  Informasi penemuan mayat ini menyebar lewat akun media sosial. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram langsung turun ke lokasi untuk mengecek apakah mayat itu adalah Sirnadi( 47 tahun) Dusun Srimenganti Desa Anyar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara yang tenggelam saat mencari ikan di  Pantai Jumbrik dusun Barung Birak desa Sambik Elen Kecamatan Bayan  pada Minggu malam (2/8)  lalu.  “Kami terima informasi  terkait penemuan mayat di pantai Elong-elong, tim SAR gabungan yang sedang melakukan pencarian terhadap seorang warga desa Anyar yang tenggelam di perairan pantai Jumbrik segera menuju ke lokasi penemuan untuk kroscek kebenaran informasi yang diterima,”kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Nanang Sigit PH.

 Untuk memastikan apakah mayat tersebut korban tenggelam di pantai Jumbrik atau bukan, maka tim SAR gabungan bersama keluarga Sirnadi langsung terjun ke lokasi tempat mayat terdampar. “Pihak keluarga belum berani memastikan apakah mayat tersebut merupakan korban yang dicari selama ini atau bukan, selanjutnya kami serahkan ke pihak berwenang untuk mendapatkan kepastian dan operasi SAR (pencarian dan pertolongan) kami hentikan,” imbuhnya.

 Disampaikan, Nanang tim SAR gabungan dari Pos siaga SAR Bangsal bersama TNI, Polri dibantu warga dan nelayan setempat masih melakukan pencarian sejak hari Senin (3/8) lalu terhadap Sirnadi yang tenggelam di Pantai Jumbrik. Berdasarkan laporan dari Kasat Pol Air Kabupaten Lombok Utara Sirnadi bersama temannya Ritanom pergi memancing dengan menggunakan perahu bermesin berukuran sekitar lima meter berbahan fiber. Mereka berangkat Minggu malam (2/3) lalu sekitar pukul 20.00 Wita dari pantai Labuhan Carik menuju perairan pantai Nurul Bayan. Selanjutnya pindah lokasi ke pantai Jumbrik. Sekitar pukul 23.30 wita, perahunya tiba -tiba terbalik dan mereka berusaha menuju pantai dengan cara berenang. Ritanom tamannya Sirnadi mampu menyalamatkan diri terlebih dahulu di tepi pantai dan selanjutnya beristirahat sembari menunggu Sirnadi yang belum tiba. Selang 15 menit kemudian Ritanom mulai merasa cemas karena Sirnadi tidak kunjung tiba. Tidak tinggal diam Ritanom melakukan pencarian dari pesisir pantai jumbrik hingga Labuhan carik, namun tidak membuahkan hasil. “Akhirnya teman korban tersebut memberitahukan ke anggota keluarganya dan diteruskan ke pihak terkait untuk meminta bantuan,”tuturnya. (sal)