TGH Saleh Hambali Layak Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

SILATURAHMI: Paslon Bupati dan Wakil Bupati Loteng, H Masrun dan H Lalu Aksar Ansori, ketika bersilaturahmi tengan salah satu tokoh ulama Lombok beberapa waktu lalu. (ist for radarlombok.co.id)

PRAYA—Kiprah dan nama besar ulama NU, Tuan Guru H Saleh Hambali, tercatat dalam sejarah sebagai tokoh ulama karismatik yang perannya sangat banyak bagi pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB. Sejak zaman penjajahan Belanda, Jepang dan perjuangan kemerdekaan, karisma dan pengaruh TGH Saleh Hambali sangat terasa.

Pasangan Calon Bupati dan Calon Bupati Lombok Tengah, H Masrun dan H Lalu Aksar Ansori menilai sosok TGH Saleh Hambali sangat menginspirasi generasi muda saat ini. Tokoh ulama kharismatik ini juga sangat layak menjadi Pahlawan Nasional dari Lombok, NTB.

“TGH Saleh Hambali ini tokoh yang inspiratif dan bisa memotivasi semangat generasi muda kita. Kami Masrun-Aksar akan berjuang mengusulkan beliau menjadi Pahlawan Nasional,” kata Calon Bupati Idola , H Masrun, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, akan menjadi sebuah penghormatan dan sekaligus kebanggaan masyarakat Lombok dan NTB secara umum jika TGH Saleh Hambali dinobatkan jadi pahlawan nasional. Sehingga bertambah lagi pahlawan nasional dari NTB, setelah sebelumnya Pahlawan Nasional maulana syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid.

Dikutip dari buku Biografi TGH Saleh Hambali, karya Ahmad Zahroni, Tuan Guru Haji (TGH) Saleh Hambali lahir di Desa Bengkel, Lombok Barat, NTB pada hari Jumat 7 Ramadhan 1313 Hijriyah bertepatan dengan 1893 Masehi. Hambali muda berkesempatan melanjutkan pendidikan ke Makkah selama sembilan tahun untuk belajar kepada ulama dunia hingga beberapa ulama Nusantara yang telah lama bermukim di Makkah.

Di antara guru beliau adalah, Syeich Said al-Yamani, Syeich Hasan bin Syeich Said al-Yamani, Syeich Alawi Maliki al-Makki, Syeich Hamdan al-Maghrabi, Syeich Abdusstar Hindi, Syeich Said al-Hadrawi Makki, Syeich Muhammad Arsyad, Syeich Shaleh Bafadhol, Syeich Ali Umairah al-Fayumi al-Mishra.

Selain ulama di atas, beliau juga belajar kepada ulama nusantara yang telah bermukim di Makkah, di antaranya, T.G.H. Umar (Sumbawa), T.G.H.  Muhammad Irsyad (Sumbawa), T.G.H.  Haji Utsman (Serawak), KH.  Muchtar (Bogor), KH. Misbah (Banten), T.G.H.  Abdul Ghani (Jemberana-Bali), T.G.H.  Abdurrahman (Jemberana-Bali), T.G.H. Utsman (Pontianak), T.G.H. Umar (Kelayu-Lombok), T.G.H. Abdul Hamid (Pagutan-Lombok), T.G.H.Asy’ari (Sekarbela-Lombok), T.G.H. Yahya (Jerowaru-Lombok).

Sekembali dari tanah suci, TGH Saleh Hambali langsung terjun ke tengah-tengah masyarakat melalui gerakan dakwah Islamiyah. Selain menggelar pengajian keliling ke kampung-kampung untuk memfokuskan gerakan dakwah dan pengajaran kepada masyarakat.

TGH Saleh Hambali mendirikan sebuah Pondok Pesantren yang diberi nama Darul Qur’an di Desa Bengkel pada tahun 1921. Santri yang mondok di pesantren Darul Qura’an bukan hanya dari masyarakat Desa Bengkel sekitar namun juga dari daerah Bali hingga daerah lainya.

Di tengah kesibuknya menjalankan dakwah dan mengurusi Pesantrennya yang telah mulai banyak santrinya, TGH Saleh Hambali juga menelurkan karya berupa kitab yang ditulisnya dari berbagai sudut pandang disiplin keilmuan mulai dari ilmu fiqih, tasawuf, hadist, tauhid hingga do’a-do’a yang hingga kini masih menjadi referensi masyarakat Desa Bengkel dan diajarkan di pesantren-pesantren.

Beberapa kitab karya beliau yang hingga kini masih dapat ditemukan antara lain,  Ta’lim al-Shibyan Bi Ghayat al-Bayan, Bintang Perniagaan, Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Wasiat al-Musthafa, Mawa’idh al-Shalihiyah, Intan Berlian Perhiasan Laki Perempuan, Manzalul al-Amrad, Hidayat al-Athfal, Al-Lu’lu’ al-mantsur.

Pengaruh dan kharismanya di tengah umat terutama masyarakat Lombok secara khusus mengantarkan TGH Saleh Hambali menjadi orang pertama yang menduduki kursi Rois Suriyah Nahdlatul Ulama (NU) Nusa Tenggara Barat (NTB) 1952 – 1968. Posisi yang beliau tempati di Organisasi Nahdlatul Ulama menjadi sebuah bukti bahwa Tuan Guru Saleh Hambali merupakan seorang ulama yang cukup disegani dan mempunyai kharisma yang luar biasa dimata masyarakat.

Hingga sekarang orang-orang dari berbagai pelosok daerah Lombok masih berdatangan untuk ziarah ke makamnya yang terletak di Desa Bengkel terutama pada hari-hari besar Islam seperti Maulid dan bulan Safar. Kharisma yang beliau pancarkan bukan hanya dikarenakan keilmuan yang beliau miliki, namun karena beliau juga merupakan seorang ulama yang welas asih dan sangat perhatian terhadap orang-orang yang kurang mampu.

Perhatian dan pelayanan terhadap masyarakat yang TGH Shaleh Hambali ajarkan masih terus dilestarikan oleh para murid beliau yang telah menjadi tokoh agama dan tokoh masyarakat di pulau lombok, seperti TGH. Turmudzi Badaruddin pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah, NTB. Dan tentu saja masyarakat Bengkel pada umumnya.

“Karomah dan kharisma beliau juga dikenal dekat dengan Proklamator kita, Soekarno dan Hatta. Presiden Soekarno pernah ke Lombok di tahun 1950-an dan secara khusus menemui TGH Saleh Hambali, demikian juga Wakil Presiden Muhammad Hatta,” kata H Masrun.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Lombok Tengah, H Lalu Aksar Ansori  mengatakan, ikhtiar untuk mengusulkan TGH Saleh Hambali sebagai Pahlawan Nasional bukan hal mengada-ada. Semua didasari dengan catatan sejarah dan bagaimana TGH Saleh Hambali benar-benar berjuang dan menjadi teladan bagi masyarakat.

Bahkan pengaruh TGH Saleh Hambali hingga kini masih terasa di kalangan pimpinan pesantren dan tuan guru di Lombok, serta masyarakat. Walau Tuan Guru Bengkel sudah wafat pada 1968 silam, namun pengaruh dan kharismanya masih melekat di hati sebagian tuan guru yang memiliki garis keilmuan dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di pulau Lombok. “Dari sisi sejarah dan kapasitasnya beliau, Tuan Guru Saleh Hambali Bengkel juga sangat pantas dan layak menjadi Pahlawan Nasional,” pungkasnya. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaAstra Motor NTB Adakan Honda Fun Amazing Race 2020
Berita berikutnyaPemuda NW Terbitkan Buku Saku Corona