Tetap Produktif dan Berjiwa Muda

KISAH RODI ATMAJA, MANTAN KADES SUELA TETAP PRODUKTIF (BAG 2) HABIS

HONDA PCX 160
Rodi Atmaja bersama tunggangannya All New Honda PCX 160

SELONG  – Menjadi kepala desa merupakan amanah yang tidak gampang diemban. Selama menjadi pelayan masyarakat dalam masa bakti 5 tahun di Desa Suela, membuat nama Rodi Atmaja dikenal baik masyarakat.

“Pemimpin itu bagi saya maknanya luas selain sebagai pelayan, kita juga harus memiliki hati yang lurus. Karena hanya dengan kondisi seperti itu, akan ada rasa ikhlas dalam menjalankan tanggungjawab”, kata Rodi.

Karir Rodi dimulai sejak tahun 2009 silam saat masih menjadi ketua BPD Suela.

“Itu awal mula saya masuk ke pemerintahan desa,” ucap Rodi Atmaja mengisahkan.

Kemudian Rodi menjadi kepala desa pada masa jabatan di tahun 2014 hingga 2018. Itupun karena ditawarkan oleh masyarakat, bukan karena kemauan sendiri. Pada periode kepemimpinannya, Rodi langsung dihadapkan dengan berbagai tantangan layaknya seorang pemimpin pada umumnya.

Kondisi kantor desa yang belum begitu layak ditempati, belum lagi administrasi desa yang juga bermasalah, serta pengalaman perangkat desa yang juga minim pengalaman. Namun kondisi tersebut tidak lantas membuat Rodi patah semangat. Justru sebaliknya, dengan keberadaan Rodi di kantor desa, semakin membawa gebrakan baru dari mantan kepala desa sebelumnya, seperti jalan raya di Desa Suela semakin membaik dan pelayanan masyarakat juga lebih mudah.

Sementara keluarga Rodi Atmaja sendiri sangat mendukung setiap kebijakan dan buah pikiran beliau, baik dari istri, anak-anak, dan bahkan keponakan juga selalu hormat kepada Rodi. Dalam menjalankan fungsinya sebagai kepala desa, Rodi tentu juga disibukkan dengan waktu bersama keluarga. Memiliki tiga orang anak dan salah satu darinya sudah menikah dan dua masih mengemban pendidikan tentu membuat beliau memiliki tanggung jawab selain menjadi pelayan masyarakat.

Baca Juga :  Komunitas HALo Gelar CSR di Desa Bengkaung

“Dulu sebelum berangkat kerja, biasanya saya mengantar anak saya ke sekolah dengan motor,” tutur Rodi.

Bagi Rodi, keluarga adalah nomor satu. Baik tidaknya memimpin keluarga, akan menjadi cerminan dalam lingkungan sosial sekitar. Setidaknya dengan mendahulukan kewajiban di dalam keluarga sendiri, seperti mendukung pendidikan anak, memberikan dukungan ke istri dengan usaha sampingan adalah bentuk tanggung jawab pemimpin keluarga. Dari kesibukan tersebut, tentunya butuh dukungan kendaraan yang memadai untuk menunjang mobilitas keseharian beliau yang padat baik sebagai kepala desa ataupun kepala keluarga.

Dalam hal transportasi, kendaraan yang dimiliki Rodi sekarang bisa dibilang hanyalah mobil pribadi dan motor Honda PCX 160 yang baru dibelinya dua bulan lalu. Rasa nyaman dan aman yang dirasakan saat mengendarai motor keluaran bulan Februari tahun 2021 ini membuat Rodi semakin lancar dalam berkegiatan.

“Saya pernah ke Masbagik dan Mataram menggunakan motor PCX ini dan rasanya sangat nyaman, enak dibawa jarak jauh,” ungkap Rodi.

Hampir setiap saat menggunakan motornya dari rumah ke gudang usaha bahan bangunan dan pupuk miliknya, hingga sesekali ke Mataram untuk servis kondisi mesin motor. Menariknya Rodi menuturkan jika semua anggota keluarganya memiliki Honda PCX, namun hanya di sendiri yang memiliki tipe 160 CC, sementara keponakan dan anaknya menggunakan Honda PCX 150.

Baca Juga :  Honda ADV150 Jadi Skutik Resmi Sirkuit Mandalika

Honda PCX terbaru kian praktis dan semakin pas untuk digunakan sebagai kendaraan harian. Di samping itu tampilannya juga semakin menawan. Alasan ini yang membuat anggota keluarganya juga mendukung untuk memiliki motor skuter matik ini. Dalam urusan warna motor, Rodi sendiri lebih suka warna hitam karena enak dilihat.

“Saya sukanya warna hitam dope dari pada warna lain,” tutur Rodi.

Ukuran tangki motor yang lumayan besar membuat jarak perjalanan semakin irit karena daya tampung bahan bakar terbilang cocok untuk orang seperti Rodi yang memiliki mobilitas tinggi. Alasan inilah yang membuat hampir 70% warga Suela memilih kendaraan skutik besutan Honda.

“Ada kurang lebih 10 orang setahu saya di sini yang punya Honda PCX dan 70% yang punya motor Honda,” sebut Rodi.

Berbicara komunitas motor, Rodi sendiri baru saja tergabung dalam Honda PCX Club Indonesia (HPCI Lombok Chapter). Ditengah rutinitas yang menyita waktunya, jiwa sosial juga perlu dibangun, salah satunya dengan bergabung klub motor.

“Saya pikir klub motor sekarang tidak seperti dulu, banyak yang bergerak dalam bidang sosial. Jadi saya ikut klub motor selain hobi, sekaligus juga bisa berbuat kebaikan, bertemu teman baru untuk bertukar pikiran,” ujar Rodi. (luk)