Siswa Menikah di SMAN 1 Kayangan Meningkat

H. Iwan Kurniawan (HERY/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Kepala SMAN 1 Kayangan Kecamatan Kayangan, Lombok Utara,  H. Iwan Kurniawan menyebutkan, angka pernikahan siswa-siswi dari tahun ke tahun di sekolah tempat mengajar mengalami peningkatan. Pernikahan yang dilakukan para pelajar ini disebabkan adanya kebebasan memiliki handphone canggih diberikan para orang tua (wali murid) sehingga dimanfaatkan ke hal-hal yang tidak sesuai.

“Di sekolah kami dari tahun ke tahun angka pernikahan siswa-siswi semakin meningkat. Pada tahun pelajaran kemarin hanya empat siswa yang menikah, sedangkan tahun pelajaran sekarang hingga bulan Februari sudah ada 13 siswa-siswi yang menikah,” ungkapnya guru dari Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin ini kepada Radar Lombok, Jumat (10/3).

[postingan number=3 tag=”pendidikan”]

Dari 13 siswa-siswi ini terdiri dari kelas I, II sebanyak 10 orang. Kemudian kelas III baru 3 orang. Ia pun belum bisa memastikan apakah angka pernikahan cukup ini atau akan mengalami penambahan hingga akhir tahun mendatang pada saat penerimaan tahun pelajaran baru. “Ini baru angka sejak bulan Agustus 2016 hingga Februari 2017. Kita belum tahu sampai akhir tahun nanti,” tandasnya.

Menurutnya, pernikahan pelajar ini dikarenakan perkembangan teknologi berupa handphone yang diberikan oleh para orang tua mereka. Sebab rata-rata handphon yang digunakan bisa mencari sesuatu yang tidak diinginkan. Selain itu, kebebasan para siswa pada saat pulang yang tidak menjadi tanggung jawab guru. “Ini disebabkan kebebasan para pelajar membawa handphone. Ketika kami di sekolah memberitahukan kepada orang tua beragam alasan memberikan handphone kepada anak-anaknya,” ungkap guru yang sudah mengajar 25 tahun di sekolah ini.

Untuk mencegah hal tersebut, pihaknya pun mengajak seluruh guru melakukan razia handphone setiap waktu dengan memeriksa hal-hal yang tidak senonoh. Jika ini terus dibiarkan, ia akan khawatir terhadap masa depan mereka karena pendidikan mereka belum lulus ke lebih tinggi sehingga akan menyumbangkan angka pengangguran. Namun, bagi siswa yang nikah sebelum tamat bisa mengikuti ujian paket C. “Sedangkan siswa-siswi yang mau ikut sekolah lagi meskipun sudah menikah. Selama ini tidak ada yang mau dan diperbolehkan. Makanya, diharapkan kepada mereka yang nikah ikut paket C,” harapnya.

Ia juga berharap kepada dinas terkait untuk mengadakan semacam pencegahan pernikahan status pelajar guna mengurangi angka pernikahan siswa tersebut. “Kami juga tetap mencegah. Namun kami berharap juga kepada pemerintah untuk membantu secara kabupaten,” pungkasnya.(flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid