Sembalun Macet, Obyek Wisata Lain di Lotim Membludak

LOTIM—Liburan panjang peringatan Hari Raya Idul Fitri tahun ini betul-betul mengubah kawasan wisata Pusuk, Sembalun, seperti halnya Puncak, Jawa Barat. Betapa tidak, arus wisatawan yang didominasi wisatawan lokal dari berbagai kabupaten di daerah ini tumpah ruah selama seminggu sejak hari lebaran, Rabu (6/7) lalu.

Karena itu, tak heran bila ruas jalan Suela-Sembalun yang memang sempit, terasa lebih sempit dan macet lantaran peningkatan jumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Bahkan saking padatnya jumlah kunjungan ke lokasi wisata ini, khususnya di Pusuk, wisatawan sanpai kesulitan mencari lokasi parkir kendaraan.

Macetnya arus kendaraan, tak ayal hal itu membuat kendaraan lainnya banyak yang mogok di jalan akibat kepanasan mesinnya, atau rusak kampas koplingnya. Hal ini tentu saja semakin membuat suasana arus lalu lintas di kawasan ini menjadi semakin macet.

“Luar biasa Sembalun, seperti suasana kita mau ke Puncak saja. Arus kendaraan tahun ini betul-betul membuat macet jalan ke Sembalun,” kata salah satu wisatawan asal Mataram, Rizky yang mengaku hampir setiap liburan selalu mengunjungi Sembalun, dan baru kali ini dia merasakan macet jalan di Sembalun.

Liburan panjang kali ini memang menjadikan Sembalun sebagai pilihan favorit para wisatawan, karena banyak pilihan lokasi untuk dikunjungi, seperti Gunung Rinjani, Bukit Pergasingan, Nanggi, Selong, Telaga dan Kanji. Belum lagi lokasi air terjun seperti Mangku Sakti, Madu, Umarmaya atau lokasi budaya seperti rumah adat sampai pada kegiatan yang juga tak ada duanya di daerah ini yaitu wisata agro berupa petik strowberi langsung di kebun-kebun warga.

BACA JUGA :  Menjajal Bukit Monjet, Satu dari Sekian Spot Wisata di Sembalun

Inilah yang membuat para wisatawan selalu memilih Sembalun sebagi tempat liburan favorit. “Saya sudah tujuh kali berlibur ke Sembalun bersama keluarga, karena Sembalun ini indah,” kata Jamaludin, wisatawan asal Selong.

Sayangnya, setelah berbagai sarana dan prasarana, khususnya di kawasan Wisata Pusuk, terutama sarana parkir, dan toilet umum telah ada, infrastruktur jalan yang sempit dan menanjak terlalu tajam masih menjadi kendala. "Sangat tepat sekali kalau infrastruktur jalan Sembalun diperlebar dan dibuat agak landai, mengingat kunjungan wisatawan ke Sembalun dari tahun ke tahun terus meningkat," harapnya.

Sementara itu, berbagai lokasi obyek wisata lain di Lotim seperti pantai Ketapang dan Pidana Pringgabaya, Pulau Lampu dan beberapa pantai lain di Sambelia, hingga pantai Labuhan Haji, serta Pemandian Joben juga diserbu masyarakat. Sejak hari lebaran sampai dengan H+3 kemarin terus disesaki pengunjung.

Seperti hari Minggu kemarin, ribuan orang memadati pantai yang membentang dari sebelah utara PLTU Padakgoar, sampai dengan pantai Pulau Lampu. Bahkan arus lalulintas khususnya dari Labuhan Lombok ke arah Sambelia juga terlihat selama hari Minggu kemarin, padat merayap.

Namun demikian, kondisi cukup aman dan terkendali, serta tidak terjadi insiden yang kemudian mengganggu para wisatawan berlibur. Hal ini tentu didukung oleh kesiapan para personel gabungan dari TNI, Polri, Pol PP, hingga anggota Pramuka yang terus memantau situasi di lokasi-lokasi tersebut. (lal)