Longsor, Jalan Pusuk Sembalun Ditutup Total

Jalan Pusuk Sembalun Ditutup Total
LONGSOR: Longsor akibat pengikisan Gunung Pusuk untuk pelebaran jalan, mengakibatkan para pengendara terpaksa harus antri untuk bisa melintas dari dan menuju Sembalun. (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG — Lantaran mengalami longsor akibat pengerjaan pelebaran jalan di kawasan Pusuk Sembalun, maka untuk sementara jalan tersebut akan ditutup total mulai hari ini. Hal itu disampaikan Budi Setiawan, pihak kontraktor pelaksana pengerjaan proyek pelebaran jalan Pusuk Sembalun, Senin kemarin (27/11).

BACA JUGA :  Kawasan Pusuk Sembalun Lombok Timur Longsor, Satu Tewas

”Mulai malam ini sampai besok sore, jalan akan kita tutup total, baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua,” kata Budi Setiawan, kemarin.

Penutupan tersebut dimaksudkan agar tidak mengganggu aktivitas pengerukan gunung setinggi 40 meter tersebut. Karena aktifitas lalulintas dianggap akan sangat mengganggu upaya pengerjaan proyek, dimana tanah sangat labil terhadap getaran, sehingga memaksa jalan harus ditutup total.

Dikatakan, longsor terjadi dua kali pada Senin subuh, sekitar pukul 05.00 Wita, dan sekitar pukul 09.00 Wita, mengakibatkan ruas jalan sekitar 50 meter tertutup total, hingga ketinggian dua meter. Akibatnya, kendaraan roda dua terlebih roda empat tidak bisa melintas.

BACA JUGA :  Sosok Mayat Ditemukan Membusuk

Longsor terjadi pada titik akhir pengerjaan proyek sekitar 50 meter dekat pohon tumbang yang menimpa mobil Camat Sembalun tahun lalu. ”Masih ada retakan sehingga itu harus kami keruk, dan itu sebabnya jalan kami tutup total,” ungkapnya.

Bahwa tanah pada gunung dengan ketinggian sekitar 40 meter tersebut sangat labil dan rentan terhadap getaran, sehingga jika mobil melintas dikhawatirkan akan terjadi longsor pada retakan tersebut.

Longsor diperkirakan akibat getaran mobil yang lalu lalang melintasi jalan tersebut. Sementara longsoran kedua sekitar pukul 08.30 Wita dikatakan akibat getaran mesin alat berat yang berusaha menyingkirkan material longsoran berupa tanah dan bebatuan yang menutupi ruas jalan. Syukurnya, longsoran terjadi jauh dari alat berat yang sedang bekerja, sehingga tidak sampai menimpa alat berat ataupun menyebabkan korban.

BACA JUGA :  Heboh, Tujuh Warga Digigit Monyet Jadi-Jadian

Pelebaran jalan telah dimulai sejak pertengahan September lalu, dan akan berakhir hingga akhir Desember mendatang. Pelebaran jalan dari tanjakan pertama Pusuk hingga pada titik terjadinya longsor tersebut sepanjang 600 meter, dengan lebar 14 meter.

Sementara itu, salah satu pengguna jalan, Lidia, mengaku sempat antri beberapa saat menuggu giliran lewat. ”Karena jalan buka tutup, kita antri untuk dapat melintas,” katanya.

Linda juga mengaku sempat mendapatkan informasi dari masyarakat di Suela, kalau terjadi longsor di Pusuk, sehingga dia juga sempat berfikir untuk memutar melalui Suela. Namun jalan itu dianggap terlalu jauh, sehingga dia nekat naik dan melanjutkan perjalanan, hingga kemudian dia terpaksa antri cukup lama, guna menunggu gilran melintas. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut