Semarak Lebaran Topat Diisi Tablig Akbar Ketua PBNU

PRAYA-Perayaan Lebaran Topat di Lombok Tengah berlangsung semarak, Rabu (13/7).

Perayaan yang dipusatkan di Alun-Alun Tastura Praya ini, dihadiri langsung Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr Said Aqil Siroj. Dia didaulat memberikan ceramah kepada ribuan PNS dan masyarakat serta tamu undangan yang hadir.

Bupati Lombok Tengah, HM Suhaili FT mengatakan, pihaknya sengaja menggalang kerjasama dengan organisasi NU dalam perayaan lebaran topat (ketupat) tahun ini. Secara kebetulan pelantikan pengurus NU Lombok Tengah bersamaan dengan perayaan Lebaran Topat. “Karena acaranya bersamaan, kita rangkaikan perayaan lebaran ketupat dengan acara pelantikan pengurus NU,” katanya.

Dalam perayaan ini, pihaknya mengharapkan terciptanya silaturrahmi antara PBNU dengan Pemerintah Lombok Tengah. Organisasi NU sebagai organisasi terbesar di negara ini telah memberikan kontribusi besar, khususnya bagi Pemerintah Lombok Tengah. Keberadaan organisasi NU telah mampu memberikan kontribusi, terutama dalam ilmu pengetahuan bagi masyarakat Lombok Tengah.

Hal tersebut bisa dibuktikan dengan banyaknya lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan organisasi NU. Pemerintah Lombok Tengah sangat mendambakan seorang pemimpin yang memiliki perpaduan ilmu agama dengan umum. Menciptakan kader calon generasi penerus yang memiliki kemampuan agamais dan umum. ‘’Itulah salah satu tujuan utama Organisasi islam seperti NU. Dan hal itu bisa dibuktikan, seperti saat ini Lombok Tengah dipimpin oleh pengurus NU,’’ pujinya.

Sementara Ketua PBNU Prof Dr Said Aqil Siroj dalam tausiyahnya mengajak semua pemimpin bangsa dan daerah untuk menjaga amanah yang telah diberikan masyarakat. Karena semua amanah yang diberikan akan dimintai pertanggungjawabkan di hadapan Allah.

BACA JUGA :  Waspadai Kriminalitas Jelang Lebaran

Untuk itulah, kepada kader NU seperti Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri, yang sudah terpilih sebagai pemimpin di Lombok Tengah, untuk bisa melaksanakan amanah itu seadil-adilnya. “Kader NU harus berpijak pada Ahlussunnah Waljamaah. Jadi melaksanakan amanah harus dilakukan seadil-adilnya,” harapnya.

Jika berpijak pada hadis Rasulullah SAW, kutip Siroj, manusia sebenarnya terlalu bodoh ketika menerima amanah. Karena sebelum amanah ini diberikan kepada manusia, semua gunung, laut dan semua isinya sudah ditawarkan amanah, namun tidak sanggup. ‘’Tapi ketika ditawarkan kepada manusia, manusialah yang sanggup melaksanakan amanah tersebut,’’ kutipnya.

Untuk itu, Siroj tetap menekankan kepada semua pemimpin untuk melaksanakan amanah itu dengan sebaik-baiknya. Dalam kesempatan itu juga Ketua PBNU menekankan kepada ummat islam untuk tidak terpropokasi dengan isu yang berkembang di timur tengah. Beberapa negara islam di timur tengah sedang banyak yang perang. Padahal apa yang terjadi di negara Arab, itu salah satu langkah untuk melemahkan Islam oleh kaum Nasrani.

Organisasi NU lahir yang memiliki Motto Hubbul Wathan (pembela negara) siap mengamankan negara kesatuan. Dari itu pihaknya mengharapkan kepada semua nahdiyyin untuk membantu program pemerintah. ‘’Karena hal-hal baik yang berdampak kepada kemaslahatan itu juga tercatat sebagai ibadah,’’ ingatnya. (adv/cr-ap)