Santap Hidangan Sambil Nikmati Keindahan Pantai

Sekotong memang pantas untuk dikunjungi. Panorama pantainya begitu menggoda. Sebelum menuntaskan rekreasi, wisatawan sebaiknya mampir di warung-warung warga Batu Kijuk yang menyediakan ikan laut bakar yang khas. Hidangan semakin nikmat karena disantap sembari menikmati keindahan pantai.

 


Rasinah Abdul Igit—Giri Menang


 

Rombongan wisatawan asal Jakarta baru keluar dari areal pantai pasir putih tidak jauh dari areal Cocotinus Hotel, siang kemarin. Menggunakan mobil fasilitas hotel, mereka menuju wilayah Batu Kijuk, Sekotong.

Sepertinya wisatawan harus mampir di desa ini sebelum menuntaskan rekreasi mereka. Batu Kijuk dikenal dengan warung penjual ikan bakar. Pembeli bisa memilih berbagai jenis ikan segar hasil tangkapan nelayan di perairan sekitar. Harga disesuaikan dengan besar kecil ikan mulai dari Rp 25 ribu hinggap 80 ribu. " Kami jual ikan segar yang baru ditangkap. Jadi kalau mahal ya wajar, tapi tetap aja ramai," ungkap Inaq Sah (40), penjual ikan bakar setempat.

Masing-masing pedagang menyediakan tempat santap di pinggir pantai. Jadi sembari menanti ikan yang masih dibakar, wisatawan bisa menikmati pendangan pantai, melihat aktivitas warga memperbaiki perahu dan lain-lain. Jika kebetulan air lagi surut, wisatawan bisa menikmati hidangan sambil memperhatikan warga mencari kerang.

Secara geografis Batu Kijuk dekat dengan areal desa wisata Tawun. Di Tawun terdapat dermaga penyeberangan dari daratan menuju gili-gili terkenal seperti Nanggu, Tangkong dan Sudak. Ada juga gili yang sudah berpenghuni sejak lama yakni Gili Gede, namun gili ini dicapai dari sebuah dermaga tidak jauh dari Desa Pelangan.

Ikan bakar sudah cukup menggerakkan roda perekonomian warga Batu Kijuk. Banyak wisatawan yang mampir. Sebagian warga memilih usaha dagang lain utamanya segala kebutuhan wisatawan.

Sebagaimana warga Sekotong lainnya, warga Batu Kijuk juga berharap pariwisata selatan semakin maju. Menurut mereka, kemajuan akan terwujud jika pemerintah daerah serius mewujudkan program-programnya. " Pantai-pantainya bagus, warga sudah siap. Tinggal pemerintah, program-program untuk pariwisata selatan itu apa saja," ungkap Iwan (30), seorang pemandu di Tawun.(*)