Sampah di Pantai Labuhan Haji Kian Parah

SAMPAH : Sampah di Pantai Labuhan Haji makin parah. Kondisi ini dikeluhkan oleh pengunjung. ( M.Gazali/Radar Lombok )

SELONG – Persoalan sampah di Pantai Labuhan Haji belum juga tuntas. Bahkan kini kondisinya kian parah. Sampah berserakan dan  sangat merusak pemandangan. Kondisi ini dikeluhkan pengunjung. 

Kepala Dinas  Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Lombok Timur, Muhammad Haidar,  mengatakan persoalan sampah di Pantai Labuhan Haji memang tidak bisa diselesaikan dengan gampang. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang. Tumpukan sampah di pantai itu merupakan kiriman sampah dari sungai. 

Ia mengaku tidak tinggal diam terhadap persoalan sampah ini. Dinas sering turun mengerahkan petugas dan armada untuk  membersihkan sampah, termasuk dengan melibatkan komunitas warga. Tapi setelah dibersihkan, sampah kembali menumpuk di pinggir pantai.” Bahkan di beberapa waktu terakhir ini kita telah berulang kali lakukan aksi bersih bersih.  Namun seperti saya katakan, sekarang kita bersihkan besoknya ada lagi,” katanya.

Penanganan sampah di Pantai Labuhan Haji kata dia, memang tidak ada jadwal khusus. Karena yang ditangani dinas tidak hanya sampah Labuhan Haji, melainkan juga tempat lain. Misalnya sampah di wilayah Kota Selong dan sekitaranya yang  setiap hari harus dibersihkan.” Meski demikian persoalan sampah di bibir pantai ini tetap kita atensi. Seperti kita siapkan tempat buang sampah. Bahkan terkadang juga petugas dan armada kita juga kita turunkan  kerahkan ke lokasi,” ungkapnya.

Selain itu kendala yang lain adalah keterbatasan personil dan armada. Meski demikian, ketika ada keluhan dari masyarakat dinas langsung meresponnya dengan cepat. Hal lainnya yang lebih penting imbuh 

Haidar, dalam upaya untuk menyelesaikan masalah sampah ini  tidak cukup hanya mengandalkan DLHK. Tapi peran serta dan kesadaran dari semua lapisan masyarakat lainnya juga sangatlah penting.” Terutama ketika ada kegiatan yang dilakukan oleh komunitas. Kita pasti akan kita dukung dan back up apa saja fasilitas yang dibutuhkan. Baik itu personil maupun armada,” tandas Haidar.(lie)