Salurkan JPS Gemilang, DKP Libatkan 141 Gapoktan

FATHUL GANI
Advertisement

MATARAM – Keberadaan bantuan Jaring Pengaman Sosial  (JPS) Gemilang bagi warga terdampak Covid-19 bukan hanya menguntungkan satu kalangan saja, akan tetapi  juga para petani di daerah ini.

 Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, H Fathul Gani mengatakan, untuk penyediaan beras yang menjadi salah satu komponen bantuan JPS Gemilang tahap tiga ini, Pemprov NTB melibatkan 141 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Beras yang dipasok petani mencapai 1200 ton. ” Jika 1200 ton beras itu dibagi 141 Gapoktan yang tersebar di NTB, maka setiap Gapoktan akan mendapatkan kurang lebih 10 ton. Kecuali Kota Mataram karena di ibu kota Provinsi NTB ini tidak ada Gapoktan sehingga harus didatangkan dari luar,”katanya.

   Dalam penyaluran bantuan ini katanya, beras  merupakan  hasil produksi petani lokal. Misalnya gapoktan yang ditunjuk berada di Lombok Tengah, maka beras yang dipasok harus beras dari petani di wilayah itu. Ini dilakukan, demi memberdayakan para petani dan juga perputaran uang itu di daerah setempat. ” Karena tidak boleh lagi beras Lotim masuk ke Loteng kecuali di Kota Mataram harus disuplay dari kabupaten lain namun masih di NTB,”tegasnya.

 Dipaparkannya,  jumlah gapoktan penyedia  beras  ini yakni mulai dari Kota Mataram sebanyak dua kelompok tani namun berasal dari luar. Dilanjutkan Lombok Barat sebanyak 14 penyedia termasuk didalamnya terdapat BUMDes. Di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 10 gapoktan. Lombok Tengah sebanyak 26 gapoktan. Di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 44 gapoktan, selanjutnya Sumbawa Barat sebanyak lima gapoktan. Kabupaten Sumbawa 10 gapoktan, Kabupaten Dompu enam gapoktan, Kabupaten Bima sebanyak 14 gapoktan dan Kota Bima enam kelompok penyedia. “ Kalau  ada oknum nakal mengaku ada kelompok, namun saat verifikasi dan validasi ditemukan bukti tidak sesuai dengan apa yang diusulkan maka jelas ada sanksi,”pungkasnya.(wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid