Puluhan Siswa Asal Australia Belajar Membatik di SMKN 5 Mataram

Siswa Australia saat belajar membatik di SMKN 5 Mataram. (IST /RADAR LOMBOK)

MATARAM — Sebanyak 26 siswa dari Christian College Geelong (CCG) di Victoria, Austalia berkunjung ke BLUD SMKN 5 Mataram. Kedatangan puluhan siswa asal Australia ini untuk melihat proses pembuatan batik dan keramik yang ada di sekolah sekaligus belajar membatik di SMKN 5 Mataram.

“Alhamdulillah, SMKN 5 Mataram kedatangan 26 siswa Christian College Geelong (CCG) di Victoria, Austalia. Mereka belajar membatik yang didampingi langsung oleh tim dari SMAN 2 Mataram,” kata Kepala SMKN 5 Mataram H Istiqlal Makrip, kepada Radar Lombok, Rabu (27/3).

Dikatakan Istiqlal, para siswa Austaralia ini mengikuti program Twin School dari Christian College Geelong (CCG) di Victoria, Austalia dengan SMAN 2 Mataram. Antusias siswa dari Australia ini belajar membatik didampingi langsung oleh guru dan siswa SMKN 5 Mataram dan mereka langsung praktik. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Smanda.

“Mereka langsung praktik bagaimana caranya membatik dibawah bimbingan guru SMKN 5 Mataram. Para siswa Austalia itu sangat senang dan tertarik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 MataramAbdul Kadir Alaydrus menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan ini untuk mengajarkan siswa dari Austaralia membatik.

Baca Juga :  Wakil NTB Gagal Masuk Nominasi OSN Tingkat Nasional

“Kita berkolaborasi dengan SMKN 5 Mataram untuk mengajarkan siswa Australia membatik dan mereka sangat tertarik dan senang,” katanya.

Diakui, bahwa siswa, Austalia saat ini berada di Mataram. Smanda menjalin kerja sama selama hampir 30 tahun dengan CCG. Para siswa Austarlia berada di Mataram pada tanggal 24-30 Maret 2024.

“Alhamdulillah, kedatangan siswa-siswi dari Australia untuk melaksanakan program Twin School yang merupakan salah satu bentuk hasil dari kerja sama antara SMA Negeri 2 Mataram dengan CCG,” terangnya.

Dikatakan lebih lanjut, bahwa program ini ditujukan untuk menyediakan pengembangan kebudayaan bagi para siswa kedua sekolah untuk menciptakan siswa-siswi berwawasan global. Selama pelajar Australia di NTB, SMAN 2 Mataram memperkenalkan budaya toleransi yang ada di Mataram-NTB kepada siswa dari Australia. Mereka juga diajak ke sejumlah destinasi wisata di Lombok, termasuk Sirkuit Mandalika, Lombok.

Bukan hanya itu, program Twin School ini memfasilitasi kedua sekolah untuk saling mengirim siswa-siswi mereka ke sekolah masing-masing dalam bentuk program pertukaran pelajar jangka pendek dan jangka panjang. Program jangka pendek hanya satu minggu biasnya di bulan Februari dan Maret. Sedangkan untuk jangka panjang selama satu bulan biasanya nanti di November-Desember.

Baca Juga :  Dikbud NTB Dukung Wacana Kemendikbud Ambil Alih Formasi PPPK Guru

Dari program kerja sama antar sekolah ini sudah terbentuk diplomasi, yakni diplomasi pendidikan, namun program ini juga menimbulkan satu bentuk diplomasi lainnya yakni diplomasi budaya melalui program pertukaran pelajar mereka.

Secara umum program pertukaran pelajar selalu terikat dengan diplomasi budaya, ini dikarenakan setiap interaksi dan dialog yang dikeluarkan oleh pelajar selama mereka berbicara dengan pelajar asing akan selalu ada gesekan antara dua budaya yang berbeda. Gesekan ini mendorong mereka untuk saling mengajarkan dan menjelaskan kebudayaan mereka yang berbeda itu, ini dikarenakan kedua pelajar akan mencoba untuk menciptakan sebuah mutual understanding atau kesepahaman bersama.

Di dalam praktik pertukaran pelajar yang dilakukan oleh SMAN 2 Mataram dengan Christian College Geelong ini, selalu ada persembahan kebudayaan yang dilakukan oleh kedua sekolah. Seni kebudayaan yang dipersembahkan di dalam program ini biasanya berbentuk tarian atau pun lagu tradisional daerah yang dipertunjukan di depan pelajar sekolah tersebut. (adi)

Komentar Anda