Proyek Senggigi Ambrol Lagi, Jalan Aman Dilalui Kendaraan

AMBROL : Pekerja BJN nampak sedang melakukan aktivitas pekerjaan di bawah tebing yang ambrol di titik ‘Dream Poin’ Senggigi. (FAHMY/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Proyek penataan kawasan Senggigi kembali menjadi sorotan setelah terjadinya proyek ambrol lagi tepatnya di sebelah utara titik ‘dream poin’ Senggigi di dekat Hotel Fasifik yang dulu longsor. Ini adalah titik yang keempat yang longsor di sepanjang kawasan Senggigi. Tiga titik sebelumnya sedang diselidiki oleh Polres Lombok Barat. Masing-masing titik tanjakan Cafe Alberto, kemudian di titik Senggigi View di atas Hotel Sheraton dan Dream Poin dekat Hotel Fasifik.  Dari pantauan koran ini Minggu (14/11), semua titik yang rusak sedang dalam penanganan Balai Jalan Nasional (BJN). BJN sedang melakukan perbaikan talud di bagian tebing yang longsor.

Fathurahman, ketua NTB Corruption Watch (NCW) mengatakan, sudah hampir satu tahun kasus longsor tiga proyek Senggigi berada di Polres Lobar namun belum ada progresnya.” Kita pertanyakan sejauh mana progres kepolisian menangani kasus ambruknya proyek-proyek di Senggigi, kata Fathurrahman, Minggu (14/11).

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Lombok Barat IPTU I Made Dharma Yulia Putra menjelaskan, tim Polres Lombok Barat sudah turun melakukan pengecekan ke titik longsor yang baru. Di lapangan ditemukan ada aktivitas pekerja yang sedang melakukan perbaikan tebing.”Kemarin tim kita turun di lapangan untuk ngecek,di bawahnya infonya sedang diperbaiki. Di bawah tersebut ada lubang kan, karena ada sedang pengerjaan,” ungkapnya.

Terpisah, dari hasil pengecekan Pemkab Lombok Barat, Sabtu (13/11) diterangkan bahwa ambrolnya bagian trotoar jalan akibat aktivitas penggalian pondasi dan pemasangan talud, sehingga pengamanan jalan atau guard rail dan tiang PJU miring. Karena digali dari bawah sehingga tanah di bagian pinggir trotoar terkikis dan menyebabkan bagian ujung trotoar ambrol. Trotoar ini ditata dengan menggunakan dana APBD Lombok Barat tahun 2020 tepat berada di pinggir tebing pantai Senggigi dan dibuat sedikit lebih lebar dibanding dengan trotoar pada umumnya. Lebar trotoar ini sekitar 5 meter dan bagian ujung yang ambrol sekitar 40 Cm.

Penjelasan ini disampaikan oleh Ahad Legiarto, Kepala Dinas Komifotik Lombok Barat, saat ditemui di kawasan Pasific Point.

Menurut Ahad, berdasarkan pengecekan di lokasi, ambrolnya ujung trotoar di tebing kawasan Pasific Point bagian utara ini tidak berpengaruh pada arus lalu lintas menuju kawasan wisataSsenggigi. Jalan raya utama menuju kawasan wisata Senggigi tetap dapat dilalui dengan normal.” Jalan Senggigi tetap aman dilalui kendaraan,” ungkapnya.(ami)