Proyek Dermaga Apung Gili Air Masih Ditender

DERMAGA : Ini kondisi dermaga apung di Gili Air yang akan ditambah kedepan yang akan menghabiskan Rp 6,7 miliar (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Meskipun sudah masuk bulan ke-enam pada pertengahan tahun ini, namun proyek skala besar dermaga apung senilai Rp 6,7 miliar yang akan dikerjakan di Dusun Gili Air Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang belum bisa dikerjakan.

Pasalnya, posisi proyek ini masih pada tahap tender yang belum menemukan pemenangnya. “Paket proyek dermaga apung masih pada tahap proses tender di ULP. Jadi, sekarang ini masih belum menemukan pemenang,” ujar Kabid Perhubungan Laut Dishublutkan Lombok Utara Johan Repi kepada Radar Lombok, kemarin.

Dijelaskan, proyek ini akan membangun baru disamping dermaga lama. Sebab, dermaga lama belum bisa dibongkar, harus dilakukan serah terima dulu dari kementrian ke pemerintah daerah untuk menjadi aset daerah, baru bisa diperbaiki. “Kalau diserahkan terimakan dari kementrian akan diperbaiki, gak dibongkar,” jelasnya.

Terkait dermaga di dua Gili lainnya, Johan mengatakan akan dibangun secara menyusul. Sebab sifatnya bertahap maka pada tahun ini untuk Gili Trawangan dan Meno akan dibuat grand design terlebih dulu. “Untuk Gili lainnya kita juga dapat bantuan, tetapi tidak bisa dikerjakan langsung. Mungkin tahun ini designnya kemudian tahun 2018 baru bisa dikerjakan,” katanya. 

BACA JUGA :  RSUD Belum Dapatkan Dokter Spesialis Bedah

Pembangunan dermaga tersebut, selain untuk meningkatkan fasilitas juga sebagai langkah guna membatasi masuknya sejumlah kapal besar ke Gili Matra. Setelah segala sesuatunya rampung, Pemerintah akan membuat regulasi terkait pembatasan kapal tersebut. “Sehingga nanti di dermaga itu yang boleh nyandar hanya kapal-kapal dibawah 25 grosston. Kalau saat ini kan semua masuk, kalau regulasi sudah ada misalnya seperti Ekajaya begitu yang beratnya 120 grosston tidak boleh masuk,” paparnya.

Oleh karena itu, untuk sekarang mau tidak mau mereka harus menyandar dulu di Teluk Nara. Jika nanti setelah regulasi ada dan mereka tidak mematuhi. “Kita punya Syahbandar dan bersinergi dengan Polair untuk menindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, PPK Dishublutkan Azwar Azizi menerangkan, panjang dermaga ini sepanjang 37 meter. Sesuai denahnya akan tetap menggunakan jembatan beton, kemudian didermaga eksisting sebelah baru menyambung pekerjaannya kemudian menyamping, selanjutnya memanjang kedepan. “Didepan dermaga lama baru akan dibangun dermaga baru yang bisa menyandar dua kapal,” tambahnya terpisah. (flo)