Pilkada, Demokrat Usung Kader Sendiri

MATARAM—Partai Demokrat NTB cukup percaya diri bisa mengusung kader sendiri dalam pilkada 2018.
“Akan kita prioritaskan kader sendiri untuk kita usung dalam pilkada nanti,” kata Wakil Ketua Partai Demokrat NTB, H Mahalli Fikri, Jumat (23/9).

Tekad partai ini mengusung kader sendiri, jelasnya, lantaran kader dinilai sebagai aset berharga. Para kader inilah yang diharapkan akan melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan.

Kepercayaan Mahalli akan mengusung kader, sambungnya, mengingat partai bintang mersi ini memiliki banyak kader berpotensi. Terlebih dari sisi elaktabilitas, popularitas, modal sosial, modal politik dan lainnya cukup mendukung.

bisa memimpin NTB kedepan," ungkapnya. Dia berkeyakinan, Partai Demokrat tidak bakal kesulitan menentukan figur kader yang layak diusung dalam suksesi perebutan tampuk kepemimpinan NTB. "Demokrat itu memiliki banyak stakeholder yang

Meski begitu, ia menegaskan, Partai Demokrat tak akan  latah dan tergesa-gesa  memunculkan bakal calon yang akan diusung Partai Demokrat. Ini disebabkan pilkada NTB 2018 relatif masih terlalu jauh.

Dia menambahkan, Demokrat memiliki prosedur dan mekanisme dalam penentuan bakal calon kepala daerah yang akan didukung dan diusung. Misalnya, harus ada survei internal untuk mengetahui tingkat elaktabilitas dan potensi kemenangan calon kepala daerah yang didukung tersebut. Tak terkecuali, potensi koalisi dengan parpol lainnya untuk mendukung calon itu.

Di lain sisi, bebernya, Partai Demokrat NTB tak memiliki cukup kursi untuk mengusung pasangan calon sendiri. Praktis, membutuhkan koalisi dengan parpol lainnya.

Informasi diserap Radar Lombok, menyebutkan beberapa kader Demokrat diproyeksikan bakal diusung dalam suksesi pilkada NTB. Misalnya, Ketua DPRD Lombok Timur, Khairul Rizal, TGH Mahalli Fikri, HMS Kasdiono serta banyak lagi yang lain.

Sementara itu, pengamat politik NTB, Dr Ahyar Fadli menilai, ada dukungan dan desakan dari internal meminta kepada Ketua Partai Demokrat NTB, TGH M Zainul Majdi, untuk kembali memimpin partai tersebut. Permintaan ini dinilai sebagai bentuk ketidakberanian Demokrat melepas TGB.

Menurutnya, figur TGB masih dibutuhkan mendulang suara pemilih pada pemilu gubernur bagi calon yang didukung TGB dan bersama Partai Demokrat. Demikian juga, TGB masih dibutuhkan Partai Demokrat untuk mendulang suara pada pemilu legislatif 2019 yang jaraknya tidak jauh dengan pilgub 2018.

Ia mengatakan, sudah mudah ditebak pada Musda Partai Demokrat nanti TGB akan kembali dipilih sebagai ketua secara aklamasi. "Saya kira kepentingan DPC seluruh NTB akan sama. Yaitu mendapatkan dukungan politik TGB pada pilkada 2018 dan pemilu legislatif 2019," pungkasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut