Pertemuan Airlangga dan Puan di Monas Punya Arti Khusus

Airlangga Hartarto dan Puan Maharani

JAKARTA–Kegiatan jalan pagi bersama Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, Sabtu (8/10) dinilai sebagai pertemuan khusus.

Terlebih pertemuan Puan dengan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto itu dilangsungkan di tempat yang bersejarah, yakni Monumen Nasional (Monas).

“Pertemuan ini menjadi khusus dan luar biasa, karena tentunya bertemu di Monas merupakan simbol nasional sekaligus juga simbol pembangunan berkelanjutan,” ujar Airlangga setelah berjalan di sekitar Monas bersama Puan dan kader Golkar-PDIP, seperti dikutip dari laman kabargolkar.com.

Airlangga mengurai, pembangunan di Indonesia harus tetap berjalan terus-menerus. Ia mencontohkan, Monas yang dibangun oleh Bung Karno lalu diresmikan era Soeharto.

Baca Juga :  Airlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh Signifikan Berkat Kebijakan yang Mengutamakan Masyarakat

“Dan sekarang Indonesia menghadapi tantangan yang luar biasa, yang sering kita sebut perfect storm. Tantangan Covid belum berakhir, kemudian juga ada perang di Ukraina, hingga cost of inflation. Alhamdulillah kita tahun ini bisa menangani dengan baik,” sambungnya.

Menurut Airlangga, salah satu keberhasilan itu antara lain karena Golkar dan PDIP sama-sama menjadi partai koalisi pemerintah.

“Karena PDIP dan Golkar masuk dalam koalisi bersama Bapak Presiden (Joko Widodo),” pungkasnya.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Pemerintah Perkuat Hubungan Ekonomi Bilateral dengan Eropa

Hadir sejumlah elite dan kader Golkar seperti Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus, Waketum Golkar Bambang Soesatyo, Ahmad Doli Kurnia, Adies Kadir, Ketua DPP Partai Golkar TB Ace Hasan, Dave Laksono, Meutya Hafid, Putri Komarudin, dan kader Golkar lainnya.

Sementara dari PDIP ada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Said Abdullah, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto.

Kemudian ada Trimedya Pandjaitan, Masinton Pasaribu, Hendrawan Supratikno, dan kader PDIP yang lain. (*/gt)

Komentar Anda