Pernah Tangani Pasien Positif Corona, 21 Petugas Medis Mataram Diisolasi

dr Usman Hadi
dr Usman Hadi

MATARAM —  Kabar kurang menyenangkan kembali datang dari dunia medis di Kota Mataram. Di tengah upaya mengatasi penyebaran wabah virus Corona (Covid-19), sejumlah tenaga medis yang melakukan isolasi untuk sementara waktu semakin bertambah. Kini petugas medis di Kota Mataram yang harus diisolasi bertambah menjadi 21 orang.

Jumlah ini tentunya cukup besar di tengah upaya menangani pencegahan penyebaran wabah virus Corona di Kota Mataram. Mereka seluruhnya gabungan dari petugas medis di beberapa Puskesmas di Kota Mataram yang pernah menangani pasien dengan gejala Corona sebelum dirujuk ke RSUD Kota Mataram.

“Iya ada 21 petugas Puskesmas yang diisolasi mandiri. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usmad Hadi, usai rapat Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Mataram, Jumat (10/4).

Walaupun tidak merincikan secara lengkap, Usman mencoba membeberkan beberapa Puskesmas yang petugasnya diisolasi. Diantaranya, 7 petugas medis dari Puskesmas Cakranegara. Petugas medis di Puskesmas Cakranegara yang berlokasi di Lingkungan Gerung Sweta ini diketahui pernah menangani pasien berinisial M (59 tahun) asal Pengempel Indah, Kelurahan Bertais yang saat ini sudah dinyatakan positif Corona. Ia dirawat di Puskesmas Cakranegara sebelum dirujuk ke RSUD Kota Mataram. Karena pernah menangani pasien yang kini positif, maka ketujuh tenaga medis asal Puskesmas Cakranegara itu harus diisolasi dan sekarang sedang berjalan. 

“Ada 7 orang dari Puskesmas Cakranegara. Ternyata dia menangani kasus positif dari Pengempel. Dibawa ke Puskesmas Cakranegara dan diperiksa oleh teman-teman. Berarti dia kontak langsung dengan pasien positif dong. Artinya dia orang tanpa gejala (OTG). Maka kami minta off dulu dan periksa segala-galanya,’’ katanya.

Selanjutnya, ada sebanyak 3 orang petugas dari Puskesmas Mataram. Petugas medis di Puskesmas Mataram pernah menangani dan memeriksa pasien positif berinisal D (53 tahun) asal Monjok, Kota Mataram.

“Mereka juga juga diisolasi secara mandiri,’’ imbuhnya.

Setelah di-tracking, pasien D pulang ke rumahnya setelah diperiksa di Puskesmas Mataram. Pasien selanjutnya dievakuasi untuk diisolasi di Wisma Nusantara. Karena Wisma Nusantara bagian wilayah kerja Puskesmas Dasan Agung dan terdapat 5 petugas Puskesmas Dasan Agung turun memeriksa dan mengawasi D.

“Ternyata sekarang kan hasilnya positif juga yang D, maka petugas medis di sana itu OTG. Kami sesuai dengan protap harus diistirahatkan dulu,’’ terangnya.

Sedangkan sisa petugas medis lainnya, Usman mengaku kurang mengingat secara rinci. Karena ada juga petugas medis dari Puskesmas Tanjung Karang pernah menangani pasien positif berinisial YRW yang kini sudah meninggal dunia.

“Sekarang kita lagi telusuri, apakah pernah atau tidak menangani,’’ jelasnya.

Sebanyak 21 petugas medis tersebut sudah melaksanakan rapid test. Karena rapid test sudah tersedia di masing-masing Puskesmas dan khusus untuk tenaga medis Puskesmas Dasan Agung, mereka belum melaksanaka rapid test.

“Karena kan baru tadi malam dinyatakan positif yang D,’’ katanya.

Selain itu, dari 21 orang tenaga medis yang diisolasi karena pernah menangani pasien posiitf Corona, terdapat ada 3 orang dokter, termasuk kepala Puskesmas Cakrnegara. Ia meminta seluruh petugas medis untuk patuh melaksanakan isolasi. Usman tidak ingin lagi mendengar adanya petugas medis yang keluar, seperti berolahraga dan lainnya.

“Sudah saya tegur itu. Betul itu ada yang masih keluar olahraga. Jangan lagi seperti itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, pihaknya berupaya untuk selalu melengkapi alat perlidungan diri (APD) untuk tenaga medis di Kota Mataram.

“Kita akan upayakan untuk ketersediaan APD ini, karena itu sangat diperlukan,’’ katanya. (gal)