Pendapatan Parkir Baru Capai Rp 1 Miliar

Pendapatan Parkir Baru Capai Rp 1 Miliar
PAKIR : Salah satu titik parkir di Kota Mataram. (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM-Realisasi penerimaan dari retribusi parkir di Kota Mataram sampai bulan Juli 2017 baru tercapai Rp 1 miliar dari target Rp 5.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Kota Mataram Kanesti Cahaya Kartika menjelaskan, target sebesar Rp 5 miliar pada tahun 2017 itu adalah target dalam hitungan pendapatan bruto. Dimana yang dihitung dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir hanya sekitar 30 persen. Artinya jika dihitung 30 persen dari Rp 5 miliar maka target realisasi retribusi parkir tahun 2017 sebesar Rp 1,5 miliar penapatan netto.” Pendapatan netto dari Rp 5 meliar ya Rp 1,5 miliar,” tegasnya.

Dari Rp 1, 5 miliar ini kata Kanesti, sampai bulan Juli kemarin sudah tercapai sekitar Rp 1 miliar. Dari sisa waktu sekitar 5 bulan ini, target netto tinggal 5 miliar ini dipastikan bisa tercapai bahkan kemungkinan bisa melampaui.

Sebagaimana yang diatur dalam penerimaan retribusi parkir, setiap penerimaan  retribusi parkir yang ditarik dari petugas pakir, dari 100 persen hasil retribusi parkir yang diterima, yang tercatat masuk dalam PAD hanya 30 persen.” Daerah hanya mengambil 30 persen dari setiap penerimaan parkir yang diserahkan Jukir,” ujarnya.

Pada tahun 2017 ini sistem baru yang ditetapkan oleh Pemkot Mataram dalam hal target penerimaan retribusi parkir yang menggunakan pegangan Perda Nomor  nomor 7  tentang Pengelolaan Parkir dan Perwal nomor 9 tentang perpakiran di Mataram.

Anggota DPRD Kota Mataram H. Muhammad Nur Ibrahim menilai selama ini Dinas Perhubungan tidak pernah mencapai target pendapatan dari parkir. Kalaupun sekarang ini menggunakan perhitungan bruto, nilai target realisasinya tidak  naik karena hanya sekitar Rp 1, 5 miliar nilai target dari pendapatan realisasi parkir Dishub tahun 2017. Karena target realisasi 2017 sebesar Rp 5 miliar hanya target bruto.

Dari pantauannya di lapangan, retribusi parkir mengalami kebocoran karena ada oknum “bos besar” yang menguasai beberapa titik parkir.” Saya menduga ada permainan bos dalam  penerimaan parkir sehingga tergetnya tidak pernah tercapai,” jelasnya.

Padahal kalau melihat jumlah titik parkir, jumlahnya 587 titik. Kini malah bertambah menjadi 953 titik. Tapi sampai saat ini  keberadaan karcis parkir juga belum bisa diberlakukan secara efektif. “Dari jumlah ini seharusnya target parkir dua miliar mudah untuk dicapai,” ujarnya. (ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid