Penataan Danau Gili Meno Diusulkan Rp 7 Miliar

Danau Gili Meno
RUSAK: Jembatan kayu di Danau Gili Meno rusak. Tampak wisatawan kesulitan menyeberang. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lombok Utara (KLU) berniat melakukan penataan Danau Gili Meno, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang. Untuk anggaran diharapkan bantuan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Total anggaran yang akan diusulkan mencapai Rp 7 miliar. “Anggaran rencana pembangunan itu sudah kita dapat kepastian. Beberapa hari lalu, saya bersama tim turun melakukan survei dalam rangka menyusun konsepnya,” ujar Kabid Penataan Destinasi Wisata Disbudpar KLU, Bratayasa kepada Radar Lombok, Minggu (11/8) kemarin.

Ada tiga jenis pembangunan yang akan dilakukan di sana yakni pembangunan jalan setapak yang mengelilingi mangrove dengan alokasi anggaran Rp 3 miliar lebih; pemagaran sepanjang jalan setapak Rp 3 miliar lebih, kemudian sekitar Rp 200 juta untuk pengadaan berugaq. “Untuk ukuran dan panjangnya masih kita sesuaikan dengan ketersediaan anggaran tersebut,” ungkapnya.

Kemenpar sendiri ingin menjadikan Danau Gili Meno sebagai destinasi utama. Selain penataan jalan, nantinya juga akan dibuatkan fasilitas pendukung secara bertahap. Kemudian spesies burung di danau akan tetap dijaga. Berdasarkan penelitian, ada 50 spesies burung di sana. Bahkan ada spesies burung khas Australia. “50 spesies burung itu akan kita lindungi,” harapnya.

Dengan adanya penataan, diharapkan tingkat kunjungan wisatawan ke Gili Meno yang dikenal sebagai destinasi bulan madu itu, akan semakin meningkat.

Pascagempa 2018, Kemenpar sangat mendukung upaya perbaikan destinasi. Utamanya yang rusak akibat gempa. Tahun ini sudah dialokasikan Rp 6,9 miliar. “Yang kita peroleh tahun ini dalam tahap pembangunan. Tahun depan akan lebih besar dialokasikan, khusus Gili Meno saja mencapai Rp 7 miliar, belum destinasi lain,” katanya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid