Pemda Berencana Akomodir Sepeda Listrik di Gili

Parihin ( Dery Harjan )

TANJUNG – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) berencana mengakomodir keberadaan sepeda listrik di Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air (Tramena). Namun sebelum itu perlu ada kajian terlebih dahulu.
Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat internal membahas aspirasi dari sebagian masyarakat Gili Trawangan agar sepeda listrik diakomodir.

“Saat rapat itu ada yang setuju dan tidak setuju. Kalau saya cerita panjang. Makanya apapun keputusan pemda nantinya tidak mungkin bisa memuaskan semua pihak sehingga kami mengambil jalan tengah untuk memerintahkan Kadis Perhubungan melakukan kajian,” ujarnya, Selasa (21/5).

Kajian yang akan dilakukan tersebut untuk mengetahui berapa total jumlah sepeda listrik yang ada di Gili kemudian berapa idealnya di masing-masing pulau. “Yang perlu dikaji apakah sepeda listrik disewakan juga atau khusus untuk digunakan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Turis Terjangkit DBD, Dikes Lakukan Fogging di Gili

Jika sudah keluar hasil kajian kata Anding baru pihaknya bisa membuat keputusan apakah akan merevisi peraturan daerah atau seperti apa. “Jadi kita tunggu itu dulu,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perhubungan KLU Parihin membenarkan telah menerima perintah untuk mengkaji keberadaan sepeda listrik di Gili. Pihaknya pun siap melaksanakan hal itu. Namun terkait kapan akan dimulai, pihaknya belum bisa memastikan.

“Untuk melakukan kajian ini kita perlu pihak ketiga. Untuk itu, kami saat ini sedang mencari, akan melibatkan pihak mana. Tentu memang dari kalangan akademisi tetapi apakah itu dari Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram atau di luar yang itu,” ucapnya.

Baca Juga :  Polres Lombok Utara Dukung Penuh One Gate System

Selain itu pihaknya juga ingin menyiapkan dana. Sebab melakukan kajian memerlukan biaya. Terlebih jika itu melibatkan pihak ketiga. “Untuk saat ini memang belum ada dananya. Tetapi bisa saja kita minta bantuan dulu untuk dilakukan kajian. Nanti anggarannya disiapkan di APBD perubahan,” tuturnya.

Yang akan dikaji ini nantinya bukan hanya soal berapa jumlah sepeda listrik di Gili, melainkan juga berapa jumlah yang ideal di sana serta apakah itu untuk disewakan dan sebagainya tetapi bisa lebih luas dari itu.

Termasuk yang perlu dikaji juga berapa idealnya jumlah kendaraan yang ada di Gili. Termasuk sepeda gayung, hingga cidomo. “Banyak hal yang perlu dikaji nanti. Kami akan segera bahas ini dengan internal,” tutupnya. (der)

Komentar Anda