Pemda Atensi Harga Cabai Mahal

HM. Nursiah (CR-AP/RADAR LOMBOK)

PRAYA—Tingginya harga cabai merupakan permasalahan nasional. Termasuk di Lombok Tengah (Loteng), meroketnya harga cabai tersebut juga mendapatkan atensi (perhatian) dari Pemkab Loteng, dalam hal ini Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng ikut angkat bicara.

Kepada Radar Lombok di ruang kerjanya, Selasa (10/1), Sekda mengaku informasi kenaikan harga cabai ini bukan hanya terjadi di Loteng saja. Namun ini masalah Nasional. “Mencekiknya harga cabai ini masalah nasional, namun kita tetap berikan perhatian. Insha Allah kita akan segera lakukan pasar murah,” katanya.

Namun secara teknis pihaknya belum bisa memberikan keterangan terlalu jauh. Sebab, kondisi ini baru ia dengar melalui sejumlah media masa, baik elektronik ataupun media cetak. Namun di Loteng sendiri apakah harga cabai masih maksimal ataukah tidak. “Besok pagi (hari ini), saya akan panggil Dinas Perdagangan dan Perindustrian Loteng, untuk meminta data terkait informasi mahalnya harga cabai,” terangnya.

[postingan number=3 tag=”cabai”]

Jika nantinya harga cabai itu benar sesuai pemberitaan disejumlah media, maka jalan alternatif adalah melakukan operasi pasar murah. “Operasi pasar murah ini akan kita tentukan setelah mendapatkan data valid dari perdagangan,” terangnya lagi.

Dikatakan, cabai itu masuk dalam kategori Sembako. Sebab, cabai merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi Ibu Rumah Tangga (IRT), sehingga hal ini harus mendapatkan perhatian serius.

Selanjutnya untuk mengevaluasi mahal dan limitnya cabai, pihaknya juga akan melakukan pendekatan dengan pihak ketahanan pangan. Artinya, beberapa lahan akan ditunjuk sebagai lokasi tempat penanaman cabai, sehingga nantinya ketika terjadi kelangkaan cabai bisa diimbangi. “Saya sangat sepaham dengan penawaran Ketua Komisi II, yang menawarkan satu rumah menanam pohon cabai barang dua, tiga pohon,” ujarnya. (cr-ap)