Pelajar Pelaku Curas Sadis Asal Lombok Timur Dibekuk Polisi

Pelajar Pelaku Curas Sadis Asal Lombok Timur Dibekuk Polisi
DITANGKAP: Pelaku Curas sadis yang masih berstatus pelajar, berhasil di bekuk aparat Polres Lotim, Selasa kemarin (6/2). (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG—Kasus kriminalitas yang melibatkan pelajar kian marak saja di Lombok Timur (Lotim). Dari sejumlah kasus yang berhasil diungkap Polres Lotim, baik itu pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat), maupun pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), tak sedikit dari pelakunya masih berstatus pelajar.

Seperti pelaku Curas yang masih berstatus pelajar, inisial S (15), warga Dasan Sawe, Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, yang ditangkap petugas Polres Lotim, Selasa kemarin (6/2).

Dia dibekuk karena nekat melakukan sejumlah aksi pencurian, bahkan dengan cara yang sadis. Pelaku merampas barang berharga milik salah seorang korban di Lapangan Umum Desa Pohgading, Pringgabaya, belum lama ini. “Pelaku ini kita tangkap dirumahnya,” ungkap Kapolres Lotim, AKBP M. Eka Faturahman, kemarin.

Dalam catatan kepolisian, pelaku telah dilaporkan terkait dua kasus Curas yang terjadi di lokasi yang berbeda. Pertama pelaku melakukan aksi kejahatannya di Lapangan Umum Pohgading, tanggal 2 Juli 2017 lalu. Yang menjadi sasarannya, seorang warga yang sedang belajar naik sepeda motor. Tiba-tiba pelaku datang, dan langsung melayangkan parangnya ke bagian tubuh korban.

Akibatnya, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan lengannya. “Setelah menganiaya korban, pelaku kemudian mengambil sejumlah barang berharga seperti HP. Setelah itu kabur. Kejadian ini kemudian langsung dilaporkan ke Polsek setempat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Asmara Terlarang ‘Janda Malaysia’ Hingga Berujung Penjara

Berselang beberapa bulan kemudian, tepatnya tanggal 17 Oktober 2017, pelaku kembali melakukan aksinya. Kali ini modus kejahatannya yaitu melalui perkenalan lewat  telpon. Dimana pelaku mengirim SMS ke korban untuk diajak ketemu, dengan korban diiming-imingi uang sebesar Rp 500 ribu. Korban pun akhirnya terbujuk rayuan pelaku, sehingga akhirnya ketemu di Lapangan Tugu Selong. “Ketika itu pelaku di antar oleh temannya untuk menemui korban,” terang dia.

Dari pertemuan itu, pelaku kemudian meminta korban untuk diantarkan pulang. Dalam perjalannya, tepatnya di Lapangan Peneda Gandor, pelaku berhenti dan meminta korban untuk menyerahkan HP yang dibawanya.

Namun korban sempat menolak dan melawan, sehingga pelaku kemudian langsung menganiaya korban. Hingga kemudian korban panik dan lari menyelamatkan diri. “Korban lari mencari bantuan. Sementara motor dan HP  yang ditinggalkan korban langsung dibawa lari pelaku,” jelas Kapolres.

Dari penangkapan itu, selain pelaku, petugas juga turut mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatannya. Diantaranya satu unit sepeda motor dan beberapa unit HP. Semua BB diduga kuat hasil kejahatanya. Kini pelaku telah digelandang ke Mapolres Lotim untuk diproses lebih lanjut. “Saat ini pelaku telah diamankan di Polres untuk pengembangan lebih lanjut,” pungkas Eka. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut