Warga Tuding Kades Seruni Mumbul Mesum

Kades Seruni Mumbul Bantah Tegas

Warga Tuding Kades Seruni Mumbul Mesum
MENGADU: Warga Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, mengadukan dugaan mesum dan berbagai dugaan penyelewengan lainnya yang dilakukan oleh Kades. Mereka diterima Kadis PMD di Ruang Asisten I, Rabu kemarin (3/1). (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG—Kepala Desa (Kades) Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Tajuddin, dituding warganya sendiri telah berbuat mesum, dan berbagai dugaan pelanggaran lainnya. Hal ini mengemuka, setelah puluhan warganya melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati Lotim, Rabu kemarin (3/1).

Selain dugaan berbuat mesum, berbagai dugaan pelanggaran lainnya yang dituduhkan warga ke Kades adalah soal dugaan korupsi. Seperti pemotongan Raskin, Pungli Prona, termasuk juga dugaan pemalsuan tanda tangan. Untuk itu, warga menuntut agar Kades yang kembali terpilih itu agar tidak dilantik, dan sebaiknya dipecat.

“Tujuan kami ke sini. Karena kami dari warga menemukan berbagai kejadian yang dilakukan Kades Tajuddin. Dalam kampaye katanya mau menjadikan Seruni Mumbul sebagai Desa Beriman dan Bertaqwa. Tapi nyatanya, kenapa kantor desa dijadikan tempat mesum,” tuding Lalu M. Maktal, warga Seruni Mumbul.

Berbagai dugaan penyimpangan yang dilakukan Kadesnya itu bukan sekedar hanya tuduhan. Melainkan mereka punya bukti yang kuat. Terutama menyangkut soal dugaan pemotongan Raskin. Beberapa kali Kades yang melibatkan Sekdes dan perangkat desa lainnya, tertangkap basah sedang menjual Raskin jatah warga.

Bukti yang mereka miliki, saksi warga yang melihat langsung kejadian, termasuk kendaraan yang dipakai untuk mengangkut Raskin. “Dua kali tertangkap basah menyelewengkan Raskin. Dan juga pernah tertangkap basah. Kita siap berikan bukti-buktinya,” lanjut dia.

BACA JUGA :  Kejar-kejaran, Mobil Oleng, Penyelundup Kayu Ilegal Diamankan
1
2
3
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaHarga Cabai Naik, Petani Kegirangan
Berita berikutnyaLubang Galian Pipa PDAM Giri Menang Makan Korban