Pegawai Kejaksaan Ikut Daftar Jadi Inspektur Lobar

SELEKSI : Para peserta seleksi JPTP sedang memberikan pemaparan di depan tim penguji Pansel (22/3) kemarin. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali melaksanakan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk tiga jabatan yaitu jabatan Inspektur Inspektorat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Senin (22/3) kemarin, tes wawancara dan penyampaian makalah sudah dilakukan. Dari hasil rekap ada sekitar 27 pejabat eselon III yang mendaftar untuk mengikuti seleksi ini. Pendaftar paling banyak pada jabatan staf ahli sebanyak 12 orang, pada jabatan Inspektur ada 5 orang dan jabatan kepala Dinas Ketahanan Pangan ada 10 orang.

Sekda Lobar, H.  Baehaqi, selaku ketua Pansel menjelaskan, pada pelaksanaan seleksi kali ini, ada tiga jabatan yang dilelang yaitu jabatan Staf Ahli, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Inspektur Inspektorat. Tiga jabatan ini masih lowong.”Walaupun ada yang ada pensiun nanti bulan Juni, dari sekarang kita siapkan untuk mengisi,” kata Sekda saat ditemui kemarin (22/3).

Proses seleksi digelar secara terbuka. Peserta yang mendaftar tidak hanya berasal dari pejabat lingkup Pemkab Lobar, tetapi ada juga pejabat yang berdinas di lain juga mendaftar. Untuk jabatan Inspektur Inspektorat misalnya, salah satu pendaftar adalah pegawai yang selama ini bekerja di kantor kejaksaan.”Ini kan dilakukan secara terbuka, jadi bebas, boleh   mendaftar dari mana saja, karena dibuka untuk umum,” tegasnya.

Saat ini seleksi sudah masuk pada tahap pemaparan makalah dan  penilaian 360 yang dilakukan dengan cara turun langsung ke masing-masing OPD tempat peserta yang mendaftar.”Hari ini pemaparan makalah, diskusi dan penilaian 360,” jelasnya.

Karena tugas dari seorang kepala OPD tersebut memegang amanah yang sangat besar, bagaimana kepala dinas bisa menjabarkan program kepala daerah yang tertuang dalam RPJMD. Sehingga bisa terintegrasi dengan rencana strategis OPD, rencana kerja di OPD dan terintegrasi dengan kebijakan umum anggaran program prioritas sementara yang menjadi substansi penjabaran APBD.”Kepala OPD harus paham, bahwa penganggaran kita tidak money  follow program, tetapi juga money follow research,” tegasnya.

Dari dua kali pembukaan seleksi, jabatan staf ahli selalu banyak peminat. Menurut Sekda hal ini menunjukkan bahwa jabatan staf ahli itu seperti akademis, karena tugas staf adalah berintegrasi, berkoordinasi dengan OPD yang sesuai dengan bidangnya.” Misalnya staf ahli bidang  kemasyarakatan, maka akan kordinasi dengan Dikbud, staf ahli akan bekerja untuk mengkaji apa yang bisa dilakukan untuk memajukan pendidikan di Lobar,” jelasnya.

Sekarang ini orang berebut menjadi staf ahli, karena orang menjadi staf ahli harus menguasai data untuk berbicara.”Di tangan kirinya data, di tangan kanan laptop, itulah staf ahli sekarang,” tegasnya.

Sementara itu Kepala BKPSDM Lobar, Syahrudin, mengatakan, pelaksanaan seleksi jabatan dilakukan secara terbuka untuk umum, selama memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan, semua orang yang berstatus PNS bisa  dan berhak untuk ikut mendaftar.”Siapapun  boleh mendaftar, kalau sudah memenuhi syarat dan ketentuan silahkan masuk, dan mendaftar,” tegasnya.

Perkara nanti terpilih atau tidak, itu semua tergantung dari hasil penilaian. Terutama soal salah satu pendaftar berasal dari kejaksaan. Dari tiga jabatan, saat ini memang masih ada dua jabatan yang belum ditinggal pensiun, yaitu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Staf Ahli. Namun aturan membolehkan bahwa enam bulan sebelum pensiun, jabatan yang ditempati sudah boleh di-pansel.

Setelah tahapan wawancara selesai, nantinya Pansel akan menyerahkan tiga nama besar dengan nilai tertinggi di masing-masing jabatan yang dilelang. Setelah bupati menerima tiga nama, maka ini sudah menjadi kebijakan kepala daerah untuk menentukan siapa yang akan menempati jabatan yang kosong itu.”Tahap selanjutnya sudah menjadi kewenangan dari pimpinan (bupati),” tegasnya.

Dari hasil pantauan di lokasi seleksi, para peserta didominasi pejabat yang sekarang menjabat sebagai sekretaris dinas. Seperti terlihat Sekdis, Dukcapil, Sekdis Pertanian, Sekdis PUTR dan sejumlah kepala bidang.(ami)