Pahlawan Kebersihan, Bangun Subuh, Kerap Temukan Pengendara Buang Sampah

TETAP SEMANGAT:  Para petugas kebersihan tampak semangat menjalankan tugasnya. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

Perjuangan kalangan pasukan kuning patut diapresiasi. Mereka salah satu pahlawan kebersihan di Kota Mataram. Demi sebuah tugas, mereka tetap siaga. Mulai dari subuh sampai sore hari mereka bekerja secara bergiliran menjaga jalan protokol supaya tetap bersih.

——————————

SUDIRMAN-MATARAM

——————————–

PERSOALAN sampah di Kota Mataram tidak pernah usai.  Kesadaran masyarakat masih terbilang minim, para petugas  pasukan kuning merasakan beratnya tugas membersihkan sampah. Setiap ruas jalan sudah dibagi satu petugas membersihkan 2 KM. Seperti  para petugas  kebersihan di Jalan Langko sampai Pejanggik.

Para petugas tampak semangat, berbekal sapu lidi mereka menyisir ruas jalan yang sudah ditetapkan Dinas Lingkungan Hidup. Hujan tidak menghalangi langkahnya, mereka tetap semangat untuk bekerja. Namun di balik itu, masih banyak sampah plastik yang kerap ditemukan dibuang dari para pengendara motor, mobil saat melintas. “Saya kerap temukan para pengendara yang membuang semabarangan,’’ kata salah satu petugas Hamdan kepada Radar Lombok, Rabu (17/3).

Setiap hari para petugas bergiliran dari subuh sampai sore hari, mereka bertugas. Satu titik ditempatkan empat petugas pasukan kuning untuk terus memantau ruas jalan nasional yang tidak boleh kotor. Apalagi ada tumpukan sampah, setiap pagi sampai sore hari harus bekerja keras. Untuk membersihkan sampah dedaunan dan plastik yang kerap ditemukan di pinggir jalan.

Para pengendara selama ini terbilang cuek. Meski melihat petugas sedang menyapu jalanan namun tetap membuang sampah semabarang. Padahal, selama ini pasukan kuning telah lama berjuang dan kerap disebut sebagai  pahlawan kebersihan di ibu Kota Provinsi NTB. Karena berkat tangan  mereka, Kota Mataram menoreh prestasi tingkat nasional yakni piala Adipura. Beberapa kali Kota mataram menoreh piala adipura dari tahun 2010 sampai 2017 lalu. Berkat dari perjuangan kalangan petugas pasukan kuning, yang setiap hari bekerja membersihkan Kota Mataram.  “Satu regu berisikan empat orang, membersihkan 2 km jalan. Seperti di jalan langko sampai Pejanggik ada beberapa petugas yang sudah dibentuk oleh DLH Kota Mataram,’’ ujarnya.

Dari segi finansial petugas kebersihan sudah mulai membaik, sesuai dengan UMK Kota Mataram. Setiap bulan, para petugas sudah bisa menerima gaji sesuai dengan janji pemerintah Kota Mataram selama ini.  “Sudah 11 tahun menjadi petugas pasukan kuning, sekarang gaji sudah sesuai dengan UMK,’’ ucapnya.

Petugas lainya, Nurhasah menuturkan, semangat untuk bekerja tidak pernah kendor. Ia memiliki tugas dari depan kantor Gubenur NTB sampai pajang, bersama empat kawanya.  Sepajang jalan Pejanggik masih banyak tempat tumpukan sampah yang kerap dibuang warga semabarang. “Kita tetap wajib membersihkan, karena ini sudah jadi tangung jawab kita sebagai petugas. Masih banyak yang kerap buang sembarangan apalagi menjelang subuh, jam  para warga membuang sembarangan,’’ singkatnya.  (**)