Organisasi Mahasiswa Deklarasi Pilkada Damai

DEKLARASI: Organisasi mahasiswa di NTB mengadakan deklarasi pilkada damai bertema Harmoni NTB di Taman Sangkareang, Kota Mataram, Rabu (28/10/2020) malam, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. (ist for radarlombok.co.id)

MATARAM–Sejumlah organisasi mahasiswa di NTB mengadakan deklarasi pilkada damai bertema Harmoni NTB di Taman Sangkareang, Kota Mataram, Rabu (28/10/2020) malam.

Mereka terdiri dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muahammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia (Hikmabudhi), dan Organisasi Internal Kampus di NTB.

Deklarasi tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Acara yang berlangsung dari pukul 19.00-22.00 WITA ini menyuguhkan orasi kebangsaan dan kedaerahan yang disampaikan oleh pimpinan organisasi yang hadir.

Koordinator Deklarasi Prandy. A. L. Fanggi memaparkan, kegiatan deklarasi yang diadakan bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda tersebut sebagai bentuk penegasan komitmen bersama organisasi mahasiswa dan pemuda di NTB dalam memastikan pilkada berjalan adil, demokratis, sehat, dan sejuk. “Instabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat adalah yang terpenting,” paparnya.

Pembacaan Deklarasi dipimpin oleh Haerudin yang merupakan Ketua IMM Cabang Mataram. Deklarasi tersebut setidaknya memiliki 5 poin inti antara lain penegasan NTB sebagai daerah yang masyarakatnya beragam suku, bahasa dan agama namun tetap menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika, berkomitmen menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan pemuda, berkomitmen memastikan jalannya pilkada yang adil dan demokratis, berkomitmen memastikan jalanya pilkada yang sehat dan sejuk, serta berkomitmen menjadikan NTB sebagai pusat kedamaian Indonesia dan dunia.

Selain itu organisasi internal kampus diwakili oleh Alfajar menegaskan bahwa kampus akan selalu menjaga nalar kritis, dan menjaga moral publik, karena itu mahasiswa akan selalu mengawal proses penyelenggaraan pemerintahan.

Kegiatan Deklarasi tersebut menampilkan tarian adat Sasak, Samawa, dan Mbojo serta tarian adat Papua sebagai bentuk komitmen Keindonesiaan dan kedaerahan pemuda dan mahasiswa di NTB. Kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan petisi pilkada damai oleh para pimpinan organisasi yang hadir. (der)