Nelayan KLU Belum Siap Terima Bantuan Kapal

Nelayan Belum Siap Terima Bantuan Kapal
NELAYAN : Para nelayan di Lombok Utara belum siap menerima bantuan pusat berupa kapal skala besar karena terkendala SDM dalam pengoperasian dan tidak ada tempat sandar. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Para nelayan di Kabupaten Lombok Utara sampai saat ini belum siap menerima bantuan kapal besar dari pemerintah pusat.

Hal ini disebabkan sumberdaya manusia (SDM) dalam mengoperasikan kapal bantuan berskala besar masih kurang bisa. Selain itu, sepanjang pantai di Lombok Utara para nelayan belum memiliki tempat pelabuhan khusus untuk bongkar hasil tangkapan. “Para nelayan kita di Lombok Utara belum siap SDM dalam menerima bantuan kapal berskala besar dari Kementerian Perikanan. Selain itu, kita juga belum memiliki tempat pelabuhan bongkar hasil tangkapan untuk kapal skala besar. Jika diberikan bantuan tersebut, maka para nelayan harus ke Lombok Tengah untuk menyandarkan kapalnya,” kata Sekretaris Dishublutkan Lombok Utara Samsul Rizal kepada Radar Lombok, Kamis kemarin (10/8).

Disebutkan, sejumlah nelayan di Kecamatan Bayan pada tahun sebelumnya pernah mendapatkan bantuan kapal berskala besar. Namun, ketika mendapatkan bantuan tersebut, para nelayan tidak bisa mengoperasikan baik menyangkut bahan bakar maupun mengoperasikan untuk melakukan penangkapan.

Jumlah nelayan di Lombok Utara sebanyak 1.088 orang. Para nelayan masih menggunakan alat tangkap tradisioanl. Apabila menggunakan kapal besar, aturan sekarang kapal besar tidak boleh bongkar ikan di pinggir pantai harus di pelabuhan perikanan yang ada di Lombok Tengah. “Di Lombok Utara para nelayan masih menggunakan kapal 5-6,5 PK,” jelasnya.

Persyaratan lainnya juga pada tahun ini, para nelayan diharuskan untuk membentuk koperasi nelayan. Oleh karena itu, merespon keinginan nelayan pihaknya pada saat tengah berlangsung pelatihan dalam rangka peningkatan SDM. Sementara koperasi nelayan pada tahun ini baru dibentuk satu koperasi di Lombok Utara. Dari upaya yang dilakukan sebagai syarat menerima bantuan tersebut, pihaknya akan berupaya mengusulkan ke pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2018. “Rencananya kita usulkan kapal dibawah 7 GT supaya tidak terlalu banyak operasional, baru tahun berikutnya kapal lebih besar lagi,” harapnya.

Selanjutnya, peningkatkan sarpas ini perlu bekerjasama dengan pihak luar, hal ini menyangkut produksi ikan seperti tahun kemarin mendapatkan 10 ton sampai rusak ikan, karena sarpas belum ada misalkan penyediaan es batu sangat kurang. “Tahun ini kami sedang bangun stoke es batu di Bayan khusus stok nelayan di Bayan,” pungkasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid