Murid Histeris Saat Imunisasi MR

Murid Histeris Saat Imunisasi MR
HISTERIS: Murid SDN 24 Ampenan nampak histeris saat dibujuk dokter untuk imunisasi Measles Rubella (MR). (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM-Hari kedua pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) yang menyasar sejumlah murid sekolah dasar di wilayah Puskesmas Pejeruk Ampenan berlangsung dramatis.  Nampak, kalangan murid ketakutan dan histeris saat diimunisasi.

Kamis (2/7), Di SDN 24 Ampenan misalnya. Anak-anak nampak ketakutan saat hendak diberikan vaksin campak dan rubella oleh petugas Puskesmas Pejeruk.  Akibatnya, para petugas pun dibuat kewalahan. Kalangan dokter dan perawat dibuat sibuk membujuk dan menenangkan anak-anak tersebut agar bersedia diimunisasi.

BACA JUGA: Tingkah Siswa-Siswi Smp Saat Imunisasi Measles Rubella

Kepala Puskesmas Pejeruk,  Srianingsih M Kes  mengatakan, imunisasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah mencegah penyakit pada kalangan anak-anak. Meski ada yang takut, tapi saat giliran mereka diimunisasi, mau tak mau mereka manut.

‘’Kalangan murid berhasil dibujuk petugas medis dengan beberapa pendekatan,’’ ucapnya.

Beberapa kalangan murid berulang kali meronta dan menolak saat petugas akan memberikan vaksin campak rubella melalui media jarum suntik. Petugas dari Puskesmas pejeruk pun dibuat kewalahan, dengan tingkah polah murid-murid ini.

Salah satunya, kata Sri Imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak dari penyakit kelalaian bawaan, seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, hingga kelainan jantung yang disebabkan adanya infeksi rubella. Namun karena pada umumnya anak-anak takut disuntik, banyak yang ketakutan.

Ia telah menghimbau para petugas untuk pintar-pintar membujuk dan memberikan keyakinan kepada anak-anak agar bersedia diberikan vaksin campak dan rubella. Kampanye imunisasi campak rubella mulai dicanangkan oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram per 1 Agustus sampai September.

BACA JUGA: 8 Gejala Penyakit Jantung Yang Wajib Anda Waspadai

Ia juga telah mengimbau semua kader posyandu untuk memberikan pengarahan pada kalangan masyarakat. Program imunisasi campak rubella ini ditargetkan menyasar sebanyak 117 ribu anak di Mataram. Sementara di wilayah puskesmas Pejeruk ada beberapa sekolah dasar dan taman kanak-kanak yang akan disasar.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram Bidang Kesehatan, L Suriadi meminta Dinas Kesehatan dan Puskesmas turun langsung ke beberapa lingkungan yang belum terjangkau. Ada 325 lingkungan di Kota Mataram yang harus disasar karena selama ini masih ada beberapa masyarakat yang belum memahami.

‘’Kita harapkan ada upaya jemput bola langsung ke masyarakat,’’ katanya. (dir)