Molor, Pembangunan Lapak PKL Pantai Ampenan

Pembangunan Lapak PKL Pantai Ampenan
PROYEK: Kondisi proyek di Pantai Ampenan yang berpotensi molor. (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM – Proyek revitalisasi kawasan Pantai Ampenan berupa pembangunan taman dan lapak PKL terancam tidak bisa selesai tepat waktu sebagaimana kontrak kerja yang disepakati akan berakhir 17 Desember mendatang. Pasalnya sampai saat ini progres pembangunan masih jauh dari harapan Pemkot.

Dana pembangunan taman dan lapak PKL bersumber dari bantuan Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata senilai Rp 700 juta dan dari Dinas Perdagangan NTB senilai Rp 600 juta.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Hj.Putu Selly Andayani menjelaskan, proyek lapak PKL memang pengerjaannya terlambat. Alasannya, pedagang sekitar yang menghalangi pelaksanaan untuk bekerja sehingga ada keterlambatan sekitar 10 hari setelah itu baru mereka mulai bekerja.” Pengerjaannya mundur 10 hari dari jadwal akibat penolakan pedagang kemarin membuat pekerjaan terhambat,” kata Selly kemarin.

Meski pengerjaan terlambat dinas tetap meminta kontraktor pelaksana untuk bekerja sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan dalam kontrak karja. Soal keterlambatan akan dilakukan penyesuaian dengan diberikan perpanjangan waktu kepada kontraktor. Kalau sudah diberikan perpanjangan waktu namun belum selesai maka kontraktor akan diberikan sanksi denda.”Kalau tidak selesai kontraktor kena denda keterlambatan,”tegasnya.

Dari informasi yang diterima kontraktor, keterlambatan pengerjaan karena ada ketidaksesuaian dengan kesepakatan antara kontraktor dengan Dinas PU Kota Mataram. Tidak hanya itu masih ada beberapa masalah di lapangan yang membuat kontraktor tidak bisa bekerja sesuai waktu. Salah satunya karena ada penolakan dari pedagang yang mau dibuatkan lapak. Bahkan para pedagang juga tidak memberikan izin kepada kontraktor untuk menebang pohon yang ada di kawasan pantai yang menjadi tempat pembangunan lapak.

Saat ini untuk dasar pembangunan lapak sudah dibangun tinggal menunggu atapnya yang saat ini sedang dikerjakan di lingkungan Getap.

Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana meminta masyarakat bersabar dulu karena rencana pembangunan lapak tidak bisa selesai sebagaimana waktu yang sudah ditetapkan. Dimana dari jadwal yang direncanakan bisa selesai pada pertengahan bulan Desember. “ Kami harap para pedagang bisa bersabar atas keterlambatannya,” kata Mohan.

Ia mengatakan proyek ini adalah bantuan dari Pemerintah Provinsi NTB karena semua anggaran juga bersumber dari Pemprov NTB. Pemkot hanya menerima dibangunkan saja. Meskipun begitu Mohan tetap optimis proyek revitalisasi pantai Ampenan berupa taman dan lapak PKL bisa tuntas akhir tahun ini.” Kita optimis proyek bisa selesai akhir tahun ini,” imbuhnya.(ami)