MI NW Penyengir Hidupkan Permainan Tradisional

PERMAINAN: Murid-murid MI NW Penyengir tengah berlatih bermain egrang (NASRI/RADAR LOMBOK)

SELONG–Permainan tradisional enjang-enjang atau egrang kini kian sulit ditemui. Lantaran itu, kalangan MI NW Penyengir, Kecamatan Sikur Lombok Timur berniat melestarikan permainan yang kian langka ini.

Egrang merupakan permainan dengan tongkat panjang yang umumnya menggunakan bambu. Tongkat ini dimainkan dengan cara dinaiki dan digunakan untuk balapan lari.

Kepala MIN NW Penyengir, Lalu Muna’an mengatakan, di awal kali menggunakan alat permainan ini, lazimnya pengguna merasa kesulitan. Ini karena permainan egrang membutuhkan keseimbangan para pemainnya.

“Permainan ini sedang kami siapkan untuk terus melatih anak-anak kami,” ungkapnya, Kamis (13/10).

Dipersiapkannya permainan ini mengingat murid sekolah ini akan menghadapi festival olahraga seni budaya permainan tradisional. Festival ini akan digelar akhir November 2016 oleh Putra Sampoerna Foundation – School Development Outreach (PSF– SDO) dengan dukungan PT. HM Sampoerna Tbk.

Bukan  hanya keseimbangan yang dilatih dalam permainan tradisional ini, terangnya, tapi untuk memainkan egrang dibutuhkan keberanian, kerjasama dan kedisiplinan. Perminan ini secara tidak langsung bernilai edukatif dan membentuk karakter peserta didik.

Dikatakan, antusiasme peserta didik di sekolah ini mengikuti permainan tradisional ini cukup bagus. Peserta didik sangat banyak yang berminat dengan permainan tersebut. (cr-rie)