Meylina Raih Emas Bermodalkan Restu Orang Tua

PENDEKAR MANIS: Meylina Izzatul Fitria (kanan) bersama seorang rekannya usai latihan menggunakan seragam taekwondonya.

Banyak cerita di balik kemenangan para atlet menjunjung tinggi nama daerah. Salah satunya seperti yang dituturkan Meylina Izzatul Fitria, atlet taekwondo peraih medali emas tingkat internasional di Bali bulan Februari lalu.

 

 


Saparuddin-Praya


 

SENYUM gadis berkulit hitam manis ini mengembang saat koran ini menemuinya di sekolahnya kemarin (28/2). Sekilas, wajahnya imut tampak ramah dan masih terlihat feminim. Tapi, jangan coba-coba, ia adalah salah satu atlet peraih medali emas cabang bela diri taekwondo tingkat internasional di Bali tahun ini.

Itu artinya, gadis manis adalah orang yang sangat ganas di arena. Dia akan berubah menjadi petarung yang ditakutkan jika ada musuh yang hendak melawannya. Namun, tampilan Meyliza tidak demikian kemarin. Terutama ketika berada di sekolahnya. Penampilannya biasa-biasanya saja seperti anak sekolahan lainnya.

[postingan number=3 tag=”features”]

Saat itulah, Meyliza menuturkan, kecintaannya terhadap taekwondo mulai ada sejak masih duduk di kelas III SDN 2 Sengkol Kecamatan Pujut. Sejak kecil, ia kerap belajar ilmu bela diri itu. Tapi tidak pernah maksimal.

Terlebih, ketika ia memasuki SMP cita-citanya nyaris putus karena tidak ada ekstrakulikuler bela diri di sekolahnya. Untungnya, sang ayah yang merupakan anggota TNI pulang kampung untuk bertugas. Saat itulah, Meylina kerap ikut sang ayah latihan ke Praya.

Terlebih, cita-citanya ingin menjadi atlet nasional taekwondo didukung kedua orang tuanya. ‘’Sejak saya suka bidang olahraga ini, saya sempat meraih dua kali juara di Unram tahun 2012 dan 2013,’’ tuturnya.

Nah, tahun 2016 silam Meylina masuk melanjutkan sekolahnya ke SMAN 4 Praya. Saat itulah, ia menemukan jati dirinya dengan adanya ekstrakulikuler bela diri. Semangatnya untuk belajar semakin membumbung tinggi. Ia semakin disiplin latihan untuk bisa meraih cita-citanya.

Puncaknya, tanggal 17-19 Februari lalu ada kejuaraan taekwondo tingkat internasional di Bali. Ia bersama rekan-rekannya mengikuti kejuaraan itu dan berhasil keluar sebagai pemenang. “Kata wasit, saya termasuk kategori menang murni, sebab saat itu ada 5 lawan yang sekelas 44 kilogram, dari 5 lawan tersebut satu persatu saya tumbangkan,” tuturnya. (bersambung)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid