Menko Airlangga: Pemerintah Waspada Penyebaran Varian Omicron

Airlangga Hartarto

JAKARTA–Penyebaran Varian Omicron yang semakin luas juga menjadi perhatian Pemerintah Indonesia. Varian tersebut sudah terdeteksi di 44 negara, termasuk Australia, Singapura, dan Malaysia yang dekat dengan Indonesia, sehingga perlu kewaspadaan yang lebih tinggi.

Studi terbaru di AS menyebutkan bahwa mutasi varian Omicron mengambil potongan materi genetik dari virus lain, sehingga menyebabkan flu biasa dan tidak dilawan oleh sistem kekebalan tubuh kita. Ini berarti virus lebih mudah menular, tetapi hanya menyebabkan penyakit ringan atau tanpa gejala.

Rekomendasi International Health Regulations (IHR) WHO untuk penanganan Varian Omicron, yakni memperbanyak sampel dan mempercepat genomic sequencing, mempersiapkan kapasitas respon fasilitas Kesehatan, mengevaluasi pembatasan kegiatan masyarakat; dan menyegerakan vaksin untuk masyarakat rentan, termasuk mendorong vaksinasi untuk anak-anak.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, karantina dilakukan selama 10 hari, di luar dari 11 negara yang dilarang. Pemerintah masih belum menambah, karena masih memonitor dari negara lain untuk efikasi vaksin terhadap varian itu,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (6/12).

Menko Airlangga juga menekankan bahwa vaksinasi anak-anak berusia 6 – 11 tahun harus segera dimulai.

“Pemerintah juga sedang menyiapkan booster vaksin untuk dilaksanakan pada Januari 2022. Di sini, Pemerintah sedang membahas vaksin berbasis PBI dan Non PBI, dan ini akan diatur dalam Permenkes yang akan dirilis dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Perkembangan Kondisi Luar Jawa-Bali

Di wilayah Luar Jawa-Bali, jumlah Kasus Aktif per 5 Desember 2021 sejumlah 3.953 kasus atau 52,52% dari total kasus aktif nasional yang sebesar 7.526 kasus, atau sudah menurun -98,21% dari puncaknya di 6 Agustus 2021 yang sebesar 221.412 kasus.

Kasus Konfirmasi Harian di luar Jawa-Bali per 5 Desember 2021 berjumlah 45 kasus, dengan rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 71 kasus dengan tren penurunan yang konsisten.

Baca Juga :  Airlangga: Program Smart Farming Petani Milenial untuk Tingkatan Produktivitas

Untuk kasus kematian per 5 Desember 2021 hanya 1 kasus dengan total kematian 43.592 kematian (CFR 3,12%). Sedangkan, tingkat kesembuhan hariannya bertambah 72 orang menjadi total 1.348.041 orang (RR 96,59%).

“Tren penurunan Kasus Konfirmasi Harian dan jumlah Kasus Aktif, terus terjadi secara konsisten di Luar Jawa-Bali,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (6/12).

Jumlah kasus yang sembuh (RR), kasus kematian (CFR), dan penurunan jumlah kasus aktif di Luar Jawa-Bali, yaitu,

Sumatera: RR = 96,20% dan CFR = 3,58%, dengan penurunan (jumlah total kasus aktif) -98,35%
Nusa Tenggara: RR = 97,46% dan CFR = 2,35% dengan penurunan -98,51%
Kalimantan: RR = 96,79% dan CFR = 3,17% dengan penurunan -99,68%
Sulawesi: RR = 97,27% dan CFR = 2,64% dengan penurunan -99,39%
Maluku dan Papua: RR = 95,89% dan CFR = 1,75% dengan penurunan -89,41%

Level Asesmen Situasi Pandemi di tingkat Provinsi, dari 27 Provinsi di Luar Jawa-Bali (per 4 Desember 2021) terlihat bahwa seluruh Provinsi memiliki “Transmisi Komunitas” sangat baik yaitu semua pada Level 1, namun kondisi yang berbeda terjadi pada “Kapasitas Respon”.

Hal ini menyebabkan Level Asesmennya menjadi berubah, yakni 21 Provinsi pada Level 2 karena Kapasitas Respon “Sedang” atau “Terbatas”, serta 6 Provinsi ada di Level 1 dengan Kapasitas Respon “Memadai”. Provinsi dengan Level 1 yaitu Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Gorontalo, Lampung, dan Jambi.

Dari 27 Provinsi di luar Jawa-Bali, hanya terdapat 5 Provinsi dengan tingkat Vaksinasi Dosis-1 pada Level “Memadai (>70%)”, yaitu Kepulauan Riau (93,44%), Nusa Tenggara Barat (71,53%), Kepulauan Bangka Belitung (72,80%), Kalimantan Utara (70,43%), dan Kalimantan Timur (74,14%). Sedangkan, 13 Provinsi di level “Sedang (50%-70%), dan 9 Provinsi pada level “Terbatas (<50%)”.

Baca Juga :  Menko Airlangga Paparkan Strategi Utama Tingkatkan Lapangan Kerja Selama Pandemi

“Untuk 9 Provinsi yang memiliki capaian vaksinasi Dosis-1 masih < 50%, sangat perlu didorong percepatannya, yaitu Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Maluku, Sulawesi Tenggara, Aceh, dan Papua,” jelas Menko Airlangga.

Sementara itu, jumlah Kabupaten/Kota di Level 4, 3 dan 2 konsisten menunjukkan penurunan, yang menyebabkan Kabupaten/Kota di Level 1 terus meningkat.

Namun, masih ada 2 Kabupaten/ Kota di Level 3, yaitu Bangka dan Teluk Bintuni. Kemudian, terdapat 163 Kabupaten/Kota di Level 2, dan 221 Kabupaten/Kota pada Level 1.

Maka itu, Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM pada 386 Kabupaten/Kota di Luar Jawa Bali, mulai tanggal 7 hingga 23 Desember 2021.

Untuk penentuan Level PPKM di di Luar Jawa-Bali dilakukan berdasarkan Level Asesmen Situasi Pandemi dan mempertimbangkan Capaian Vaksinasi di setiap Kabupaten/Kota (Kabupaten/Kota dengan Vaksinasi Dosis-1 di bawah 50% dinaikkan 1 Level PPKM). Rincian Level PPKM Kabupaten/ Kota di Luar Jawa-Bali adalah,

PPKM Level 1 meningkat dari 51 menjadi 129 Kabupaten/Kota;
PPKM Level 2 meningkat dari 175 menjadi 193 Kabupaten/Kota;
PPKM Level 3 menurun dari 160 menjadi 64 Kabupaten/Kota; dan
PPKM Level 4 tetap 0 Kabupaten/Kota.

Pemerintah akan konsentrasi untuk pengendalian Covid-19 pada masa Liburan Nataru, supaya capaian penanganan Covid-19 yang sudah cukup baik ini bisa dijaga.

“Bapak Presiden memberikan arahan agar semua kegiatan di Nataru dilakukan pembatasan (misalkan maksimal 50%). Nanti akan diterbitkan Inmendagri khusus, yang akan mengikuti level sesuai WHO, kemudian pembatasan per kegiatan akan dirinci, dan akan disosialisasikan ke berbagai daerah. Untuk aturan traveling, hanya boleh untuk mereka yang sudah divaksin,” ucap Menko Airlangga. (*/gt)