Menko Airlangga: Pelajar adalah Pelopor Sekaligus Agen Perubahan

Airlangga Hartarto

JAKARTA–Tahun 2021 akan menjadi tahun terpenting dalam pemulihan COVID-19 sekaligus perekonomian Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, ketika menjadi narasumber dalam Acara “The Forum: Indonesia Rising” yang diselenggarakan oleh PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Melbourne University, Sabtu (24/4/2021) secara virtual.

Menurut Menko Airlangga, di tengah risiko new wave di beberapa negara serta varian baru COVID-19, tren harian kasus aktif COVID-19 di Indonesia terus menurun.

“Saat ini Indonesia memiliki persentase kasus aktif yang lebih rendah dari global, dan persentase recovery rate Indonesia lebih tinggi daripada global,” kata Menko Airlangga, seperti dikutip dari laman ekon.go.id.

Disampaikan Menko Airlangga, dia selalu senang bisa berbicara di depan mahasiswa Indonesia. Apalagi dari almamaternya University of Melbourne dan di depan semua warga Australia yang tertarik untuk mendengar perkembangan terkini Indonesia.

“Pesan saya untuk pelajar Indonesia di Australia, jadilah pelopor dalam segala hal yang baik. Jadilah agen perubahan saat kembali ke Indonesia. Dan terakhir, sempurnakan diri anda dengan ilmu yang mulia dan akhlak yang baik,” pesan Airlangga.

Membaiknya kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia terlihat sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dan vaksinasi.

Indonesia termasuk negara non produsen vaksin pertama yang berhasil mengamankan akses dan pasokan vaksin COVID-19 berkat diplomasi Pemerintah untuk pengadaan vaksin. Saat ini di Indonesia lebih dari 17 jutaan dosis vaksin sudah disuntikkan kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Airlangga: Optimalkan Potensi Daerah untuk Genjot Perekonomian Kewilayahan

“Pemerintah juga berkomitmen untuk melakukan percepatan program vaksin untuk dapat mencapai herd immunity. Terutama bagi para lansia untuk melindungi mereka,” ujar Menko Airlangga.

Dari segi ekonomi, pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi 2,07% akibat pandemi. Namun, angka itu relatif masih lebih baik jikan dibandingkan dengan ke negara lain di kawasan G20.

Pemerintah menetapkan langkah-langkah dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. APBN sebagai countercyclical  berhasil mendorong konsumsi dan investasi dalam negeri.

Konsumsi yang meningkat mendorong industri untuk mulai berproduksi kembali. Sektor utama seperti manufaktur, perdagangan dan pertambangan mulai pulih. Sementara itu, sektor pertanian, komunikasi informasi, dan jasa terus tumbuh positif di tengah pandemi.

“Kami yakin ekonomi Indonesia akan rebound tahun ini di kisaran 4,5% hingga 5,5%. Pemulihan tersebut didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, belanja Pemerintah dan ekspor. Sinergi kebijakan kesehatan dan ekonomi diperlukan untuk memastikan pemulihan ekonomi,” jelas Menko Airlangga.

Pemerintah mengalokasikan anggaran Penanganan COVID-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional pada tahun 2021 sebesar 699,4 triliun rupiah atau sekitar 49,6 miliar dolar AS. Pengelolaan kesehatan pada tahun 2021 terus menjadi prioritas utama.

Program perlindungan sosial difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Sedangkan dukungan kepada UMKM dan pembiayaan perusahaan serta insentif bisnis akan membantu menjaga kelangsungan bisnis selama pandemi.

BACA JUGA :  UMKM Pilar Penting Perekonomian Indonesia

“Untuk menggairahkan kelas pendapatan menengah, kami telah memberikan insentif bagi sektor otomotif dan properti dengan multiplier effect yang signifikan terhadap perekonomian. Stimulus ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi,” tutur Menko Airlangga.

Pada akhir tahun 2020, Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Cipta Kerja sebagai jembatan antara program mitigasi COVID-19 dan reformasi struktural jangka panjang.

Undang-Undang ini akan mempermudah, menyinkronkan dan mengefektifkan peraturan yang terlalu besar yang seringkali menghambat kegiatan bisnis Indonesia.

Proses perizinan usaha akan dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang akan dilaksanakan pada Juli 2021.

Untuk menciptakan iklim investasi yang ramah investor, Pemerintah telah membentuk Indonesia Investment Authority (INA) sebagai alternatif pembiayaan untuk mendorong pembangunan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur akan dilanjutkan melalui Proyek Strategis Nasional di tengah pandemi COVID-19. Pembangunan infrastruktur ini akan membantu pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia serta meningkatkan investasi.

Menutup paparannya, Menko Airlangga mengatakan bahwa Pemerintah sangat membutuhkan dukungan untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih baik, terutama dari pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri. (*/gt)