Mengenal Isvara Band, Grup Musik Pendatang Baru Asal Kota Mataram

GROUP BAND : Isvara Band, salah satu band pendatang baru asal Kota Mataram dengan empat personel perempuan. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

Profesi punggawa band identik dengan laki-laki. Tapi di Mataram muncul band pendatang baru yang personelnya perempuan semua. Namanya Isvara Band asal Kota Mataram.


Sebelum virus corona menyerang, belantika musik di Kota Mataram ramai dengan band lokal. Beragam aliran musik coba ditawarkan kepada penikmat musik. Dari sekian band yang muncul, kini hadir Isvara Band yang beranggotakan empat orang perempuan. Yakni Kirana (vokal), Viary (keyboard), Gerha (Gitar) dan Arini (drum).

Keempatnya sepakat membentuk band bernama Isvara. Mengusung musik pop alternatif, band ini mencoba berkarya untuk meramaikan musik lokal dan nasional. “Kami resmi terbentuk kurang lebih awal Januari 2021 ini. Kami masih baru, tapi sudah sama-sama saling mengenal sebelumnya,’’ ujar Gerha Almira, gitaris Band Almira kepada Radar Lombok, kemarin (30/3).

Band ini terbentuk diawali pertemuan beberapa personelnya tahun 2019. Masing-masing menggarap project instrumental jazz. Di acara Mataram Jazz, personelnya merasa ada kecocokan. Lalu seiring berjalannya waktu bertemu dengan sang vokalis, Kirana. “Keinginan membuat karya semakin besar sehingga kami sepakat membuat band bernama Isvara dengan mengusung pop alternetif,’’ katanya.

BACA JUGA :  Kiprah Yunita Susanti Menyulap Kain Tenun jadi Sepatu Etnik

Karena sudah sama-sama saling mengenal, akhirnya dalam waktu singkat pada Februari kemarin Isvara mulai debutnya sebagai band baru dengan meluncurkan single perdana berjudul Katakan. Lagu ini bercerita tentang pentingya sikap terbuka dalam menghadapi masalah hidup. Lagu perdana Isvara ini mulai didengarkan di media sosial dan radio. “Sekarang kami lebih banyak promosinya lewat sosmed. Juga ngirim-ngirim press release tentang kegiatan kami,’’ ungkapnya.

Sambil aktif mengenalkan single perdananya, Isvara berencana membuat mini album. Album yang diimpikan ini berisi lima lagu. “Sekarang kami sedang proses. Semoga bisa membuat mini album. Kami mencoba mandiri dengan mencoba jalur indie,’’ imbuhnya.

Isvara dalam bahasa sansekerta berarti pemimpin. Sesuai dengan namanya, Isvara berharap bisa menjadi barometer musik NTB. Bahkan sampai nasional. “Harapannya bisa selalu jadi pioner, selalu terdepan. Mungkin bisa dibilang semoga bisa jadi trendsetter di musik,’’ harapnya.

Ke depan, Isvara berharap karyanya bisa terus didengar dinikmati masyarakat. Meski tidak gampang, band pendatang baru ini akan mencoba dengan maksimal. “Walaupun sekarang baru satu lagu, kami akan berupaya,’’ katanya.

BACA JUGA :  Mengunjungi Ibnu Hiban, Penderita Penyakit “Kurang Gizi”

Sama seperti banda lainnya, Isvara punya rencana besar yang coba diraih. Selain lagunya dinyanyikan banyak orang, Isvara ingin terus berkarya dan punya album. “Kalau sudah punya album kami berharap bisa tur,’’ ungkapnya.

Tapi rencana itu tentunya tidak mudah. Apalagi dengan situasi pandemi sekarang yang belum juga berakhir. Karena tampil di atas panggung sudah cukup jarang, Isvara pun harus bersabar menanti kesempatan. “Tapi bermusik itu bukan hanya untuk cari panggung. Bagi kami main musik itu juga penyeimbang, penyaluran emosi, healing dan silaturahim,’’ katanya.

Untuk perkembangan musik di Lombok dan NTB. Kendati belum dieksplor secara keseluruhan, bagi Isvara, musik di Lombok semakin berkembang. “Karena referensi musik semakin mudah dicari. Semakin banyak warna musik yang bermunculan dan anak di daerah semakin berani menunjukkan talentanya dengan mandiri (indie),’’ terangnya.

Gerha lalu berharap, musik di Lombok semakin maju. “Kita juga bisa saling support sesama pelaku seni,’’ katanya. (Ali Ma’shum)