Melihat Karya Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Unram

Rakit Mobil Listrik, Tinggal Kursi Roda Penyandang Disabilitas

Rakit Mobil Listrik
MOBIL LISTRIK : inilah karya mahasiswa fakultas teknis Unram jurusan Tekni Mesin, yang telah mencetak mobil listrik bernama Mandalika Elektik Volt (MEV). (Sudir/Radar Lombok)

Hasil karya mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Mataram patut diacungi jempol. Kary-karya terbaiknya, telah berhasil menoreh juara dikancah nasional.


SUDIRMAN – MATARAM


Ada yang menarik di pameran pekan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang berlangsung sejak tanggal 26 sampai 28 Maret yang digelar Balitbang Kota Mataram. selain karya, kalangan penemu juga tampil kalangan mahasiswa Universitas Mataram.

Mobil listik hasil rakitan kalangan mahasiswa menajdi primadona dikalangan pengujung, bahkan tindak ketinggalan Plt Wali kota Mataram H. Mohan Roliskana mencoba  mobil listrik munggil tersebut di sekitaran lapangan sangkareang. Mobil listrik ini, bernama Mandalika Elektik Volt (MEV). Massa perankitan sejak tahun 2014 lalu, yang sudah beberapa kali tampil diajang lomba tingkat nasional. Pada tahun 2017 lalu, berhasil meraih juara III se-Indonesias dalam ajang lomba karya mahasiswa yang diadakan Kemenristek.  Tim terdiri dari 15 orang yang sudah bergabung resmi di  fakultas teknik.

Salah satu mahasiswa Agus Satriawan Jurusan Teknik Mesin, semester delapan menceritakan, proses perakitan berjalan lama. Sejak awal, bersama teman-teman terus menyusun beberapa strategi, mobil listrik ini salah satu karya terbaik selama ini. mobil ini, mampu dengan jarak tempuh 50 KM. ‘’ Selain hemat energi juga dapat mengurangi polusi udara selama ini,’’ katanya, kepada Radar Lombok, Selasa kemarin.

Nampak munggil, mobil listrik ini bisa digunakan dari berbagai kalangan. Bahkan beberapa kalangan anak sekolah dasar yang berkujung, sempat mencobanya. Tekninya, juga cukup sederhana seperti moto metik. Tinggal menekan gas dan rem. Mereka tanpak antusias, tidak ketinggalan kalangan ASN Kota Mataram mencoba mobil munggil tersebut.

Selain mobil, kata Agus ada beberapa ide terbaru seperti pembuatan kursi roda listrik. Hal ini, didasari karena keperihatinan kalangan mahasiswa terhadap penyadang disabilitas di Kota Mataram. Mereka masih menggunakan tongkat, amupun kursi manual. ‘’ kita sudah ada arah ke kursi roda khusus penyadang disabilitas di NTB,’’ ucapnya.

Beberapa karya lain sudah ditampilkan, seperti kincir angin, motor hemat energy, pompa hidran. Mahasiswa lainya, Abdul Gani menambahkan, kelompok terus termotivasi untuk menciptakan karya baru. Selama ini, dukungan dari pihak kampus juga tetap ada. selain itu, secara urunan mahasiswa menabung untuk membeli kekurangan alat. ‘’ Kalau dari kampus tetap ada. kita juga tetap menabung untuk membeli kekurangan alat,’’ katanya.

Baginya, kebanggan tersendiri dapat dirasakan bisa menghasilkan beberapa karya bersama tim. Ia tetap mebangun kekompakan, untuk terus berkarya. Hasil karya bisa diadopsi oleh pemerintah maupun perusahan kedepanya. (*)