Mataram Relakan Dokter Jack Pindah

Dianggap Calon Terkuat Jabat Direktur RSUP NTB

KANTONGI IZIN: Direktur RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra mengantongi dukungan untuk berkiprah di RSUP NTB. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Isu kepindahan pejabat Kota Mataram ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus bergulir. Kini tidak hanya tentang pejabat eselon III yang sudah mengajukan perpindahan ke provinsi. Tapi juga pejabat eselon II Kota Mataram yang kepincut berkarir di Pemprov NTB. Salah satunya adalah Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra.

Dokter Jack, panggilan akrab pria flamboyan itu, saat ini memang digadang-gadang sebagai calon terkuat menduduki posisi Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, yang saat ini masih tidak bertuan. Bahkan konon posisi Direktur RSUP NTB memang sengaja dikosongkan, untuk dr Jack.

Kabar tersebut sudah menjadi rahasia umum lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram. Pemkot Mataram secara tersirat sudah ikhlas ditinggal dr Jack ke Pemprov NTB. “Iya kita tidak menahan-nahan sepanjang alasannya jelas. Tidak ada alasan kita menahan-nahan. Kalau ada persoalan yang tidak jelas. Baru kita bahas kalau seperti itu,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Mataram, Dr H Effendi Eko Saswito di Mataram, kemarin (23/2).

Dua tahun terakhir. Isu tentang kepindahan dr Jack terus menyeruak. Saat itu, dari informasi yang beredar. Kota Mataram enggan melepasnya ke provinsi. Tapi isunya tambah kuat. Sehingga Kota Mataram juga luluh untuk memberikan izin pindah ke provinsi.

Eko mengatakan, sepanjang alasannya untuk mengembangkan diri dan berkiprah lebih luas. Kota Mataram tidak ada masalah. Bahkan pegawainya akan didukung penuh untuk mengembangkan karir. “Mereka memang memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri,” katanya.

Eko tidak menampik tentang kepindahan dr Jack ini terus terdengar. Tapi pengajuan izin atau permintaan secara resmi belum ada diterima Kota Mataram. Dia juga mengaku tidak bisa berbicara terlalu jauh tentang birokrasi Pemprov NTB. Karena untuk penentuan posisi Direktur RSUP NTB harus ditentukan melalui proses lelang jabatan atau pansel.

“Kalaupun dr Jack mengikuti pansel di provinsi dan diterima. Ya Alhamdulillah, artinya ada ASN kita yang memiliki kualitas yang bagus dan kompetensi yang jelas dapat menduduki jabatan di provinsi,” terangnya.

Oleh karena itu, kualitas ASN Kota Mataram memang benar-benar diakui. “Ini tentang ASN kita yang diakui kompetensinya. Kita tidak akan menahan-nahan. Sepanjang alasannya untuk berkarir. Kita dukung juga untuk ASN yang ingin mengembangkan diri,” jelasnya.

Dr Jack saat dikonfirmasi membenarkan dirinya siap mengikuti pansel jabatan Direktur RSUP NTB. Namun ia menolak disebut sebagai calon terkuat seperti informasi yang beredar selama ini. “Kan harus pansel dulu. Banyak calon kuat. Tapi belum muncul saja. Kita ikuti prosedurnya,” katanya.

Tentang alasannya pindah dari Kota Mataram, pria nyentrik ini mengaku untuk mengembangkan karir. Walaupun sudah mengantongi dukungan dari Kota Mataram. Ia mengaku tidak akan melupakan Kota Mataram. “Iya terima kasih. Kita akan bangun NTB bersinergi dengan Kota Mataram dan daerah lainnya. Nanti harus kerja bareng kalau saya dipercaya di sana. Karir kan harus dikembangkan. Masih bajang (muda) saya ini,” ungkapnya dengan senyum khasnya. (gal)