Mahasiswa KKN-PMD Unram Hadirkan Bak Sampah Organik dan Anorganik

Mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram (Unram) periode Juni - Agustus 2023 membuat tempat sampah dari bambu di Kelurahan Tanjung, Lombok Timur.

SELONG – Mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram (Unram) periode Juni – Agustus 2023 membuat tempat sampah dari bambu yang merupakan salah satu program kerja utama bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya, di Kelurahan Tanjung, Lombok Timur.

Penanggung Jawab Program  KKN – PMD Unram di Kelurahan Tanjung, Denda Salma Adiba mengatakan, tema KKN adalah ‘Desa Sehat’. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kesehatan masyarakat adalah kurang terkelolanya sampah dengan baik. Oleh karena itu, pentingnya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, sehingga mahasiswa KKN Unram memutuskan untuk membuat bak sampah.

“Kami menginovasikan bak sampah organik dan anorganik dari bambu untuk dibagikan ke setiap lingkungan yang ada di kelurahan Tanjung, agar masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya dan memudahkan pengelolaan sampah organik dan anorganik,” kata Denda Salma.

Baca Juga :  Viral Menyebut Tak Ada yang Cantik di Desa Kayangan, Mahasiswa KKN Unram Minta Maaf

Denda mengaku jika kegiatan ini dilakukan pada minggu pertama KKN-PMD 2023 berlangsung. Mulai dari penyiapan bahan yang dibutuhkan, pengerjaan hingga finishing. Tempat sampah yang dibuat sebanyak 14 buah didistribusikan ke setiap lingkungan dan titik pengangkutan sampah yang ada di Kelurahan Tanjung, Kecamatan  Labuan Haji, diantaranya adalah, Lingkungan Timba Borok, Timba Dewa, Turingan, Karang Sukun, Timba Urip, Karang Bedil, BTN Griya dan Kantor Kelurahan Tanjung.

“Kami berharap Kelurahan Tanjung akan semakin bersih, dan dapat memudahkan Bank Sampah Sultan dalam menyortir sampah organik dan anorganik,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa Kelurahan Tanjung merupakan salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Kelurahan Tanjung tergolong wilayah yang bersih, karena memiliki tempat pengelolaan sampah, yakni Bank Sampah Sultan. Namun, yang menjadi masalah di Bank Sampah Sultan adalah sulitnya menyortir sampah organik dan anorganik, karena semua jenis sampah dibuang pada tempat yang sama oleh masyarakat.

Baca Juga :  Oknum Mahasiswi KKN di Desa Kayangan Sepakat Ditarik

“Untuk memudahkan masyarakat membedakan bak sampah organik dan anorganik, bak sampah organik dicat dengan warna hijau dan warna kuning untuk bak sampah anorganik,” tutupnya. (luk)

Komentar Anda