Lowongan BUMN dan Polri Dibuka, Permohonan SKCK Meningkat Drastis

Pembuatan SKCK di Polresta Mataram meningkat sejak Sabtu (16/4/2022). (IST/POLRESTA MATARAM)

MATARAM–Pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polresta Mataram, Polda Nusa Tenggara Barat, meningkat. Kebanyakan digunakan untuk melamar kerja.

“Ada beberapa lowongan yang dibuka, salah satunya BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan rekrutmen Polri,” ungkap Kasat Intelkam Kompol Refindo Pradikta Rulando, SIK, Selasa (19/4/2022).

Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan saat pembuatan SKCK, Sat Intelkam Polresta Mataram melakukan terobosan yaitu dengan menempatkan personel di luar ruangan yang bertugas untuk melakukan screening awal terhadap pemohon SKCK.

Screening awal ini dilakukan dengan maksud untuk mengecek kelengkapan administrasi setiap pemohon. Apabila belum lengkap, maka petugas akan menyampaikan kepada pemohon untuk kembali dan melengkapi. Bagi pemohon yang sudah melengkapi diminta meninggalkan berkas beserta nomor kontak yang dapat dihubungi. Selanjutnya petugas akan menghubungi yang bersangkutan untuk mengambil SKCK yang telah jadi.

Polresta Mataram tidak memberlakukan pembatasan terhadap jumlah pemohon SKCK. “Karena kami paham terhadap berbagai kebutuhan yang sedang diakomodir oleh saudara-saudara kita, sehingga kita tidak melakukan pembatasan,” ungkap Refindo.

Ditambahkan Refindo, bahwa dalam sehari pihaknya dapat menerbitkan 300 sampai 400 SKCK. Banyaknya pemohon, membuat Polresta Mataram harus menambah jumlah petugas, komputer dan juga jam kerja untuk melayani pengurusan SKCK. “Kalau hari biasanya pada saat tidak ramai, kami hanya gunakan satu unit komputer, namun saat ini kami gunakan dua sampai tiga unit komputer, sekaligus ada penambahan jumlah personel untuk screening dan otomatis penambahan jam kerja,” jelasnya.

Terkait biaya pembuatan SKCK, tidak ada pungutan-pungutan lain, semua sesuai ketentuan. Ketika para pemohon SKCK membayar, petugas akan memberikan tanda bukti bayar dan itu akan disetor ke negara setiap harinya, sehingga tidak ada saldo mengendap.

Dengan penerapan protokol kesehatan covid-19 yang ketat, masyarakat dapat merasakan kenyamanan dalam proses pembuatan SKCK. (RL)