Layanan CSSD Pastikan Sterilisasi Alkes RSUD NTB

Harni Apriana, SKM (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)
Harni Apriana, SKM (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)
Advertisement

MATARAM – Guna memastikan alat tidak terkontaminasi, baik dengan bakteri maupun virus dan memastikan alat kesehatan tetap steril untuk digunakan. RSUD Provinsi NTB memiliki layanan khusus untuk mensterilkan alat-alat kesehatan yang digunakan tenaga medis. Yakni layanan Instalasi Sentral Sterilisasi dan Binatu yang memiliki salah satu unit khusus untuk mensterilkan alat kesehatan yakni Central Sterile Supply Departement (CSSD).

Kepala Instalasi Sentral Sterilisasi dan Binatu RSUD Provinsi NTB, Harni Apriana SKM mengatakan, kehadirannya sebagai salah satu layanan di RSUD NTB merupakan bagian tidak terpisahkan dari layanan. Mengingat tanggung jawab yang diberikan sangat berperan dalam mensterilkan alat-alat yang digunakan para tenaga medis dalam setiap tindakan layanan kepada pasien. “Kami adalah instalasi CSSD yang merupakan instalasi penunjang dari kegiatan pelayanan di rumah sakit, khususnya ruang oprasi dan ruang perawatan,” katanya kepada Radar Lombok, Senin, (13/7).

Harni menjelasakan, Instalasi Sentral Sterilisasi dan Binatu merupakan satu instalasi yang membawahi dua unit layanan. Salah satunya unit CSSD yang berfungsi sebagai tempat untuk mensterilisasi alat kesehatan, BHP dan tenun oprasi. “Jadi alat-alat kesehatan yang akan digunakan untuk tindakan perawatan disterilisasi di unit CSSD,” jelasnya.

Lebih lanjut Harni menyampaikan, selama pandemi Covid-19, untuk layanan yang dilakukan di unit CSSD tidak banyak berubah, karena pelayanan tetap dilakukan. Mulai dari dekontaminasi maupun proses sterilisasi alat kesehatan. “Pelayanan tetap kami lakukan seperti sebelum pandemi Covid-19, dari dekontaminasi alat, sterilisasi alat, pengemasan alat itu tetap kami lakukan seperti sebelum pandemi,” ujarnya.

Meski demikian, katanya, ada beberapa tambahan yang dilakukan selama pendemi Covid-19 yakni mensterilisasi masker N95 karena keterbatasan masker N95 khususnya bagi perawat. “Tetapi untuk ketersediaan masker N95 untuk dokter belum selama ini kami mensterilkan, karena stok terpenuhi. Tetapi selama pandemi kami lebih mensteril untuk alat-alat kesehatan tindakan ruang oprasi Covid-19, sterilisasi tindakan alat-alat kesehatan ruang isolasi,” ungkapnya.

Untuk menunjang pelayanan yang dilakukan di instalasi Instalasi Sentral Sterilisasi dan Binatu RSUD NTB, sambungnya, tentu tidak terlepas dari kelengkapan sarana dan prasana dalam menunjang layanan yang dilakukan. Dengan dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk membatu kinerjanya. “Kami punya sarana dan prasarana fasilitas yang ada di tempat kami khususnya di CSSD,” katanya.

Disebutkan, di antaranya memiliki dua mesin sterilisasi stim suhu panas, mesin sterilisasi suhu rendah itu plasma satu unit dan untuk penujangnya pihaknya juga memiliki dua mesin seling untuk pengemasan. “Kami punya alat lainnya yakni satu mesin pengering, dua mesin cuci alat dan ada beberapa penunjang lainnya,” bebernya.

Di samping itu, lanjutnya, dalam membantu layanan tentu pihaknya dibantu oleh tenaga-tenaga yang profesional dan terlatih dalam berkerja. Meksi kebanyakan tenaga lulusan SMA/sederajat. “Kami punya tenaga di CSSD ada 20 orang yang kebanyakkan lulusan SMA/Sederajat. Jadi teman-teman yang ada CSSD itu mereka yang sudah mendapatkan pelatihan cara mendekontaminasi alat, cara mensteril alat dan cara mengoprasionalkan alat-alat yang ada di CSSD,”k atanya.

Menuju penerapan tetanan baru atau new normal, sambungnya, dari jauh-jauh hari pihaknya sudah mempersiapkan tenaga yang memiliki skill dalam menunjang layanan menuju new normal, karena sebelum menuju new normal yang dipersiapkan tenaga-tenaga yang ada di CSSD yang nantinya tetap melakukan layanan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. “Untuk pelayanan seperti sebelum new normal kami sudah melakukan layanan seperti new normal. Cuman terkait dengan new nomal ini pelayanan kami di CSSD tentu akan berbeda karena kita selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Menurut Harni, dalam memenuhi protokol kesehatan Covid-19, tentu pihaknya tetap menggunakan masker dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap untuk diterapkan oleh semua petugas di CSSD saat menjalankan tugasnya. “Untuk APD kami yang menggunakan lengkap itu digunakan dibagian dekontaminasi, karena ada pencucian alat dari ruang yang belum dicuci bersih. Jadi ditempat kami diruang dekontaminasi APD lengkap yang kami gunakan,” terangnya.

Tetap setelah pendemi, pihaknya memberikan saran agar digunakan disemua unit pelaksana, baim diruang dekontaminasi, ruang sterilisasi, ruang pengemasan. ‘’Bahkan di ruang produksi BHP untuk alat yang steril kami juga menekankan untuk menggunakan APD lengkap, seperti masker, sarung tangan, topi dan gaun inposimbel dan tidak lupa kami menekankan keteman-teman di CSSD untuk sesering mungkin mencuci tangan dan menggunakan hendraf. Jadi selama pandemi yang kami tekankan di CSSD kesadaran penggunaan APD dan kesedaran dalam prersonal,” katanya.

Perlu diketahui, kata Harni layanan yang dilakukan di Sentral Sterilisasi dan Binatu RSUD Provinsi NTB khususnya di unit CSSD sangat berperan penting dalam penunjang layanan di rumah sakit. “Di balik setiap tindakan operasi yang berhasil ada jasa CSSD yang turut andil,” tutupnya. (sal/*)