Lagi, Seorang Pejabat Mataram Positif Covid-19

RUANGAN SEPI
RUANGAN SEPI: Ruangan Sekretariat BPBJ Setda Kota Mataram menjadi sepi, setelah ada salah seorang pejabatnya yang terpapar positif Covid-19. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM —Virus corona kembali menyerang Kantor Wali Kota Mataram. Satu lagi pejabat di Kota Mataram terkonfirmasi positif virus Covid-19. Pejabat ini adalah salah seorang Kasubag di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Kota Mataram.

Pejabat tersebut dinyatakan positif, setelah melakukan dua kali hasil swab tes. “Kami bisa konfirmasi memang benar itu ada yang positif. Hasil swab-nya keluar hari Sabtu kemarin (9/1),” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa di Mataram, kemarin (11/1).

Setelah dinyatakan positif, pihak gugus tugas langsung melaksanakan kontak tracing. Pejabat BPBJ ini disebut masuk dalam klaster perkantoran. “Iya siapapun sekarang bisa terpapar. Tapi kita belum tahu dia terpapar dari mana. Masih kita laksanakan penelusuran kepada keluarganya. Tapi memang untuk klaster perkantoran ini tidak bisa dipungkiri. Staf saya saja suaminya itu positif,” katanya.

Meski adanya penambahan pejabat lingkup Kota Mataram yang positif corona. Namun Kantor Wali Kota Mataram diputuskan tidak di-lockdown atau ditutup. “Tidak, sementara ini belum,” imbuhnya.

Lebih jauh tentang penutupan Kantor Wali Kota Mataram, Nyoman menegaskan tidak bisa diputuskan dengan mudah. “Itu sudah ranahnya pimpinan. Tapi yang jelas dari pengalaman kita menangani masyarakat maupun ASN yang terpapar, semuanya masih bisa ditangani. Pelayanan kantor dan aktivitas publik tetap berjalan. Sudah punya pengalaman kita,” jelasnya.

Banyak masukan dan saran mencuat, agar Kantor Wali Kota Mataram ditutup sementara waktu. Nyoman mengatakan belum perlu untuk ditutup. Dalihnya, Pemkot Mataram akan memaksimalkan pelaksanaan protokol kesehatan di perkantoran. “Yang jelas protokol penanganan Covid-19 langsung kita perketat,” ungkapnya.

Pasca salah satu pejabat dinyatakan positif, ruangan BPBJ mendadak sepi. Sebagian besar pegawai memilih tidak masuk kantor, dan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). “Iya cukup di ruangan itu saja yang tidak masuk kantor,” terangnya.

Dia juga mengimbau warga masyarakat ataupun pegawai lingkup Kota Mataram untuk tidak khawatir secara berlebihan. Karena upaya pencegahan sudah dimaksimalkan. “Tadi dilihat sendiri langsung disemprotkan disinfektan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) BPBJ Kota Setda Kota Mataram, Multazam mengakui kalau ada salah satu personelnya yang positif corona. Untuk pencegahan agar tidak menyebar di BPBJ, maka dirinya menginstruksikan untuk WFH terlebih dahulu.

“Mungkin satu hari ini kerja dari rumah dulu. Selain itu, kalau bisa juga dilaksanakan rapid tes antigen. Sehingga nanti kita tidak terganggu pelayanan barang dan jasa. Memang masih ada yang masuk hari ini. Tapi itu untuk menangani persiapan tenaga fungsional yang kita usulkan,” terangnya.

Multazam juga menepis kekhawatiran staf dan pegawai BPBJ. Bahwa beredar informasi, staf dan pegawai diinstruksikan untuk melaksanakan rapid tes, tetapi dengan biaya sendiri. “Kami sudah koordinasi dengan dinas kesehatan dan rumah sakit. Itu nanti rapid-nya di Puskesmas dan RSUD Kota Mataram,” katanya. (gal)