Ketua DPRD KLU Bela Wabup Soal One Gate System

Artadi (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG  – Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) Artadi menyayangkan adanya perbedaan sikap antara Bupati Djohan Sjamsu dengan Wabup Danny Karter Febrianto terkait one gate system untuk penyeberangan wisatawan dari Bali menuju ke Gili Tramena (Trawangan, Meno dan Air).

Di mana Wabup saat pertemuan dengan Kapolres dan stakeholder terkait sepakat menerapkan one gate system di Pelabuhan Bangsal untuk wisatawan yang menggunakan kapal cepat dari Bali. Setelah diperiksa di Bangsal, wisatawan pindah ke kapal milik Koperasi Karya Bahari (KKB) untuk diangkut menuju tiga Gili. Saat pertemuan, kebetulan Bupati tidak ada, karena tugas luar daerah.

Rencananya one gate system ini mau diterapkan pada Senin (15/8) kemarin, tetapi batal, karena Bupati tetap mau dengan pola yang sekarang. Wisatawan dari Bali langsung ke Gili agar efisien. Kalaupun mau diperiksa, bisa dilakukan di Gili. Hal ini agar efisien bagi wisatawan itu sendiri.

Beda pendapat antara Bupati dan Wabup ini pun disayangkan oleh Ketua DPRD KLU Artadi. “Saya sayangkan statement Bupati dan Wabup seolah-olah saling berbalas pantun,” ujar Artadi, Senin (15/8).

Seharusnya kata dia, Bupati dan Wabup itu harus kompak satu sama lain. Apalagi, pernyataan Wabup terkait uji coba penerapan one gate system tersebut atas nama pemerintah daerah. Mestinya Bupati mendukung hal tersebut. “Wabup yang hadir pada saat pertemuan itu kan atas nama pemerintah daerah. Tentu Bupati dan Wabup sudah harus kompak,” jelasnya.

Baca Juga :  Tiga Nama PLT Ketua DPC Demokrat KLU Diajukan

Menurut Artadi tidak ada salahnya dilakukan uji coba, mengingat hal tersebut adalah hasil kesepakatan bersama. Jika setelah diuji coba kemudian banyak mudarat bagi pemda atau masyarakat, maka tentu itu akan jadi bahan evaluasi. “Untuk itu kita tes dulu sebenarnya,” tegas politisi Gerindra ini.

Artadi mengaku bahwa one gate system sebetulnya bagus. Ini demi keamanan dan kenyamanan bersama. Dengan one gate system, tentu semua penumpang akan melewati pemeriksaan terlebih dahulu di Pelabuhan Bangsal. Jika hasil pemeriksaan tidak ditemukan masalah, maka para penumpang ataupun wisatawan bisa langsung ke Gili Tramena.

“Jika tamu dari Bali langsung ke Gili kan kita tidak tahu mereka bawa barang apa saja. Beda kalau satu pintu. Kaitannya dengan administrasi bisa dicek di sana. Kemudian barang bawaan juga bisa dicek di sana sehingga steril. Gili pun aman,” jelasnya.

Artadi sendiri mengaku banyak mendapat keluhan dari para pelaku wisata di Gili Tramena terkait banyaknya pungutan-pungutan di sana. “Begitu tamu turun di pelabuhan itu banyak sekali pungutan. Ada dari Dinas Pariwisata kemudian ada juga dari Dinas Perhubungan. Kalau satu pintu meskipun anggaran (pungutan) besar tetapi satu mungkin tamu tidak terlalu merasa ribet,” ungkapnya.

Selain itu dari segi ekonomi juga dengan adanya one gate system ini tentu nanti Pelabuhan Bangsal semakin ramai dan akan berdampak bagi masyarakat sekitar. “Pedagang, buruh hingga juru parkir bisa ikut menikmatinya. Itu yang kita harapkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Global Hub Kayangan Sedang Dicarikan Investor

Jika yang dikhawatirkan selama ini terkait sarana dan prasarana di Pelabuhan Bangsal yang masih minim, itu bisa diatasi. Makanya perlu uji coba one gate system, sehingga nanti ketahuan apa saja sarana dan prasarana yang masih kurang. “Kekhawatiran itu kan sebenarnya karena kita belum mencobanya saja,” tambahnya.

Saran Artadi sebaiknya Bupati dan Wabup duduk bersama menyamakan persepsi. Bila perlu Kapolres Lombok Utara AKBP Wayan Sudarmanta juga turut dilibatkan. “Bagaimana pun juga ada statement pak Kapolres kemarin itu,” ucapnya.

Dengan duduk bersama ini nantinya diharapkan dapat menghasilkan suatu kesepakatan sehingga informasi yang berkembang tidak simpang siur. Dan sebelum mengeluarkan keputusan final, paling tidak pihak DPRD juga turut dilibatkan dalam pertemuan. “Kami tahu begitu ada pemberitaan media saja,” sebutnya.

Sementara itu, Asisten II Setda KLU Rusdi mengatakan bahwa saat ini Bupati belum mengeluarkan kebijakan terbaru terkait penyeberangan wisatawan dari Bali ke Gili Tramena. “Saat ini masih mengacu pada hasil rapat sebelumnya pada bulan Juni, saat bupati yang memimpin rapat. Jadi masih pola yang lama yang diterapkan,” tegasnya.

Apakah uji coba one gate system yang direncanakan pekan ini batal? Rusdi menolak bahwa itu disebut batal. Pasalnya itu masih sifatnya rekomendasi dan belum menjadi sebuah keputusan. “Itu kan masih ancang-ancang,” sebutnya. (der)

Komentar Anda