Kematian Janda Malaysia Masih Misterius

Kematian Janda Malaysia Masih Misterius
TEWAS: Inilah jenazah Wiliyani alias Lilik ketika ditemukan tergeletak di pinggir jalan Dusun Bubuk Desa Montong Terep Kecamatan Praya. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Kematian Wiliyani alias Lilik masih misterius. Polisi sama sekali belum menemukan petunjuk atas kematian ibu muda beranak satu ini.

Meski sudah memeriksa sembilan orang saksi, tapi polisi belum juga dapat menemukan celah motif di balik kematian perempuan 25 tahun ini. Polisi berdalih masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara Mataram, baru bisa menemukan petunjuk penyebab kematian perempuan asal Desa Setiling Kecamatan Batukliang Utara ini.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang mengaku, sudah memeriksa sembilan orang saksi atas kematian ‘janda Malaysia’ ini. Di antaranya, bapak korban Rukman dan ibunya Jumisah, adik korban, dan juga pacar korban, serta para saksi yang pertama kali menemukan mayat Lilik. Dari keterangan para saksi itu, polisi menemukan bahwa Lilik merupakan janda Malaysia. Korban ditinggalkan suaminya merantau ke Malaysia.

BACA: Mayat Korban Pembunuhan Gegerkan Warga

Dari mulut para saksi ini juga, korban diketahui memiliki seorang pacar meski sedang bersuami. Pacar korban asal Kopang. Dari rentetan keterangan para saksi itu juga diketahui, bahwa korban keluar rumah pada hari Jumat (5/4). Waktu itu, korban keluar seorang diri menggunakan sepeda motor. Korban beralasan hendak pergi ke Mataram untuk bekerja.

Tak lama kemudian, korban menelepon adiknya bahwa ia sudah menitipkan sepeda motornya di rumah salah seorang seorang temannya di wilayah Kopang. ‘’Nah, ini yang masih kita telusuri di mana korban menitipkan sepeda motornya,’’ ungkap Rafles, Senin (8/4).

Sebab, kata Rafles mengutip keterangan saksi, korban tidak menyebut di mana lokasi ia menitipkan sepeda motornya. Sehingga polisi cukup kewalahan mencari letak pasti penitipan motor ini. Jika sudah diketahui, maka orang tempat korban menitip motornya bisa menjadi salah satu petunjuk.

Yang jelas, kata Rafles, polisi menduga sementara korban tidak meninggal atas dasar menjadi korban pencurian. Dugaan polisi ini dilandasi semua barang berharga korban ditemukan masih utuh. Seperti cincin emas di jari manis korban, handphone merek Nokia yang masih berada di saku celananya, serta uang tunai Rp 366.500. “Kita masih mendalami isi percakapan di dalam handphone korban juga. Sehingga kita masih belum bisa pastikan, apakah kematian korban ada faktor asmara dan lain sebagainya,’’ tandas Rafles.

Sekitar pukul 06.06 Wita, Minggu (7/4). Warga Dusun Bubuk Desa Montong Terep Kecamatan Praya dihebohkan sesosok mayat. Korban pertama kali ditemukan warga setempat bernama H Alwi di pinggir jalan raya Praya-Mantang. Temuan itu kemudian diberitahukan lagi kepada Sukardi, warga Dusun Geragah Desa Montong Terep.

BACA JUGA: Polisi Amankan 1 Kg Ganja di Gili Trawangan

Kedua orang ini kemudian memanggil warga beramai-ramai untuk menyaksikan sesosok mayat perempuan yang tergelatak di pinggir jalan. Mayat itu terlihat masih segar mengenakan baju kaos warna biru muda, celana jeans warna hitam, celana dalam warna merah muda (pink, red), menggunakan gelang warna hitam, cincin emas di jari manis kiri dan kanan, di bibir ada bekas luka jahitan (sumbing), di bagian muka terdapat luka lecet atau bekas goresan.

Baru kemudian polisi datang mengevakuasi dan mengidentifikasi mayat tersebut dan diketahui bernama Wiliyani alias Lilik. Setelah ditelusuri, polisi juga menemukan identitas korban berumur 25 tahun asal Desa Setiling Kecamatan BKU. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut