Kadin Minta ITDC Perbanyak Pelibatan Pengusaha Lokal

H Faurani
H Faurani

MATARAM – Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi NTB H Faurani menyebut pelaksanaan perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok berlangsung sukses. Bahkan, dunia internasional mengakui jika Sirkuit Mandalika sukses melaksanakan event internasional balapan motor MotoGP tersebut.

“Dunia mengakui Sirkuit Mandalika Lombok sukses menggelar MotoGP. Meski tentu ada catatan evaluasi yang perlu untuk sama –sama diperbaiki,” kata H Faurani, Selasa (22/3).

Menurut Faurani, secara umum untuk penyelenggaraan race MotoGP berjalan sukses. Namun yang perlu dan harus menjadi perhatian adalah, masih minimnya pelibatan pelaku usaha lokal oleh penyelenggara event MotoGP dalam hal ini adalah ITDC selaku pengelola kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika. Di mana ITDC lebih banyak melibatkan pengusaha luar NTB, dari pada dalam daerah. Bahkan, untuk penyedia katering makan, sampai harus mendatangkan dari luar NTB. Padahal, pengusaha lokal di NTB banyak yang siap, dan bahkan menu makanannya jauh lebih enak.

BACA JUGA :  Airlangga Ungkap Peran Penting Kadin Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

“Masa untuk katering makan saja harus mendatangkan pengusaha luar NTB. Apa makanan lokal gak ada yang enak, kan tidak begitu,” kata Faurani.

Begitu juga dengan pelibatan pengusaha even organizer (EO), juga ITDC lebih banyak melibatkan pengusaha luar NTB. Padahal, kelas dan kualitas EO dalam daerah tidak kalah dengan pengusaha luar NTB.

“Kalau yang kita evaluasi setelah MotoGP ini banyak pengusaha lokal dipandang sebelah mata. Masalah, tender besar yang ngurus pengusaha luar, sementara yang kecil-kecil dilimpahkan ke pengusaha lokal,” ucap Faurani.

Menurut Faurani, pihak ITDC tidak banyak melibatkan para pengusaha lokal, lantaran para pengusaha lokal tidak diberi kepercayaan untuk ikut andil dalam mensukseskan MotoGP.

“Ada satu aturan yang saya sedihkan, di mana EO dari luar daerah. Harusnya kan menggunakan putra daerah. Sementara kalau ada masalah temen-temen Lombok yang mengatasinya,” tuturnya.

BACA JUGA :  Airlangga Ungkap Peran Penting Kadin Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Jika masalahnya adalah modal, sambung Faurani, Hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, pengusaha lokal sudah cukup siap mendanai pelaksanaan MotoGP ini. Artinya para pengusaha lokal sudah mampu menangani sekelas penyelenggaraan event MotoGP. Hanya saja tinggal diberikan kepercayaan dan persiapan bagi pengusaha lokal.

Meski perhelatan MotoGP telah sukses dilaksanakan, Faurani menilai masih banyak bahan evaluasi terkait event ini, yang nantinya bisa dijadikan pembelajaran untuk event-event besar lain dimasa mendatang. Untuk itu diharapkan kedepannya pemerintah daerah dan semua stakeholder yang terlibat dapat mengisi kekurangan yang terjadi saat event MotoGP.

“Semua ini pembelajaran bagi kita semua, bagaimana hiruk pikuk MotoGP Mandalika. Bahkan untuk harga hotel saja bisa naik 4 hingga 5 lipat, karena pelaku usaha yang menjual sudah pihak ketiga atau keempat dan berasal dari luar daerah. Harusnya itu menjadi catatan kita semua,” tutupnya. (cr-rat)