Kadikes NTB Tanggapi Kritikan Bupati Lotim

dr. Nurhandini Eka Dewi(Faisal Haris/radarlombok.co.id)

MATARAM-Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi menanggapi kritik yang dilontarkan Bupati Lombok Timur HM Sukiman terkait rilis data Covid-19 yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi NTB.

Bupati Sukiman menilai data jumlah kasus Covid-19 yang dirilis setiap hari oleh Tim Gugus Provinsi NTB tidak sesuai data di lapangan terutama masalah jumlah kasus Covid-19 di Lotim. “Kita merilis biasanya sore, persiapan rilis itu butuh waktu. Jadi kalau data yang dari kabupaten masuk terlambat maka dirilis besoknya,”ungkap dr Eka ketika dikonfirmasi radarlombok.co.id, Rabu (5/8/2020).

Eka juga menjelaskan, apa yang disampaikan dalam rilis tidak berbeda dengan ada yang disampai dari kabupaten. Hanya persoalan waktu yang manjadi masalah. “Sama dengan pusat karena data yang kita kirim ke pusat selalu di atas jam 12.00 maka rilis NTB di pusat selalu berselisih 1 hari,”jelasnya.

Menurut dr Eka, jika diharapakan sesuai dengan waktu, masih terasa sulit karena masih ada kendala terkait kecepatan pengumpulan data. Apalagi sejauh ini, sambung dr Eka, data yang dikirim dari kabupaten/kota masih suka terlambat sehingga terpaksa dirilis terlebih dahulu. Namun pihaknya sangat menyadari dari keterlabatan pengiriman data oleh pihak kabupaten/kota yang disebabkan pelaksanaan test swab yang membutuhkan waktu. “Memeriksa lab itu butuh waktu, jadi kami maklum kalaupun datanya sering telat apalagi kalau jumlahnya banyak. Tapi untuk rilis yang data tertunda biasanya tidak lebih dari 24 jam,”sambungnya.

Dijelaskan dr Eka, berdasarkan distribusi kasus Covid-menurut jenis kelamin di NTB paling banyak laki-laki dengan jumlah 1169 orang atau 53,23 persen. Sementaran perempuan sebanyak 1027 atau 46,77 persen. Maka total jumlah kasus positif Covid-19 hingga tanggal 4 Agustus 2020 berjumlah 2.196 orang dengan perincian 2.196 orang, dengan perincian 1.365 orang sudah sembuh, 124 meninggal dunia, serta 707 orang masih positif. Sedangkan jumlah kasus di Lombok Timur hingga saat ini mencapai 199 orang dengan perincian 136 orang sudah dinyatakan sembuh, 11 orang dinyatakan meninggal serta 52 orang masih positif dalam perawatan. (Sal)