Kades di KLU Mengeluh, DD Dipangkas Hingga 50 Persen

Budiawan (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Kepala desa se-KLU mengeluhkan pemangkasan dana desa (DD) 2023 oleh pemerintah pusat. Mengingat informasi sebelumnya, pagu anggaran untuk masing-masing desa se-Indonesia pada 2023 justru naik.

Hanya saja setelah terbit Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 201/PMK.07/2022 Tentang Pengelolaan Desa dan Peruntukannya, ternyata pagu yang diterima malah terun. “Dari 43 desa di KLU itu mengalami pengurangan hampir 17 miliar,” ujar Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) KLU Budiawan, Rabu (28/12).

Bahkan ada Desa Sokong mengalami penurunan DD hingga 50 persen. Padahal Desa Sokong adalah desa paling luas dengan jumlah penduduk yang banyak dan tingkat kemiskinan juga tinggi. Pada 2022 menerima Rp 2,2 miliar DD, tetapi 2023 hanya menerima Rp 1,035 miliar. “Jika dinilai secara objektif maka Desa Sokong layak mendapatkan DD lebih dari tahun sebelumnya. Begitu juga Tanjung pada 2022 mendapatkan Rp 1,4 miliar. Itu mengalami penurunan hampir Rp 500 juta sekian. Jadinya kami hanya menerima Rp 944 juta sekian,” ujarnya.

Ia pun menyayangkan penurunan DD ini. Padahal wilayah Tanjung juga luas dengan jumlah penduduk relatif banyak. “Kami mempertanyakan  apa gunanya kami diminta data, sementara realisasinya tidak sesuai,” sesalnya.

Dengan berkurangnya DD ini maka secara otomatis banyak program yang tidak bisa didanai pada tahun depan. Padahal desa sudah banyak memprogramkan kegiatan 2023. Menyikapi itu, pihaknya sudah mendatangi Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP2KBPMD). “Kami dorong kemarin DP2KBPMD untuk menyurati Kemenkeu guna mempertanyakan mengapa anggaran DD untuk KLU menurun drastis,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembangunan Kantor DPRD KLU Tahun 2023 Ditolak

Sebelumnya, Sub Kordinator Kelompok Fungsi Penataan Administrasi Pemerintah Desa pada DP2KBPMD KLU Mahulud mengatakan bahwa DD 2023 memang berkurang. Se-KLU hanya sekitar Rp 61 miliar.

DD itu, di antaranya dipergunakan untuk pemulihan ekonomi berupa perlindungan sosial dan penanganan kemiskinan ekstrem dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) paling sedikit 10 persen dan paling banyak 25 persen dari DD. Kemudian dana operasional pemerintah desa paling banyak Rp 3 persen dari DD. Selanjutnya untuk program ketahanan pangan dan hewani paling sedikit 20 persen dari DD, termasuk pembangunan lumbung pangan desa.

Sisanya adalah untuk dukungan program prioritas di desa berupa bantuan pemodalan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), program kesehatan termasuk penanganan stunting dan pariwisata skala desa sesuai potensi dan karakteristik desa serta program atau kegiatan lain. “Ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 201/PMK.07/2022 Tentang Pengelolaan Desa dan Peruntukannya pada Pasal 35,” ungkap Mahulud.

Baca Juga :  Keberlanjutan Perubahan Rute Penyeberangan Gili Belum Diputuskan

Adapun rincian DD 43 desa se-KLU antara lain Kecamatan Tanjung yaitu Desa Tanjung Rp 944.470.000, Sokong Rp 1.035.116.000, Jenggala Rp 1.120.522.000, Tegal Maja Rp 1.441.323.000, Sigar Penjalin Rp 1.719.121.000, Medana Rp 1.089.623.000, Teniga Rp 912.700.000, dan Sama Guna Rp 1.267.341.000.

Kecamatan Gangga yaitu Desa Gondang Rp 1.096.038.000, Bentek Rp 1.665.870.000, Genggelang Rp 1.881.273.000, Rempek Rp 1.556.269.000, Sambik Bangkol Rp 1.927.634.000, Selelos Rp 1.104.101.000, Rempek  Darussalam Rp 1.317.886.000, dan Segara Katon Rp 1.480.662.000.

Selanjutnya Kecamatan Kayangan yaitu Desa Kayangan Rp 1.416.823.000, Santong Rp 1.448.382.000, Selengen Rp 1.610.527.000, Sesait Rp 1.640.548.000, Gumantar Rp 2.380.053.000, Salut Rp 1.417.272.000, Dangiang Rp 1.302.357.000, Pendua Rp 1.459.931.000, Pansor Rp 1.056.370.000 dan Santong Mulia Rp 1.088.917.000.

Kemudian Kecamatan Bayan yaitu Desa Bayan Rp 2.161.696.000, Loloan Rp 1.692.118.000, Anyar Rp 1.588.816.000, Sukadana Rp 1.518.042.000, Akar Akar Rp 1.037.131.000, Senaru Rp 2.126.346.000, Mumbul Sari Rp 1.645.950.000, Sambik Elen Rp 1.337.269.000, Karang Bajo Rp 1.399.813.000, Gunjan Asri Rp 1.292.786.000, Andalan Rp 1.094.669.000, dan Batu Rakit Rp 1.554.820.000.

Terakhir untuk Kecamatan Pemenang yaitu Desa Pemenang Timur Rp 1.290.563.000, Pemenang Barat Rp 1.841.788.000, Gili Indah Rp 1.027.940.000, Malaka Rp 1.027.940.000, dan Menggala Rp 1.203.607.000. (der)

Komentar Anda