Kabar DPP Kehendaki Akri Jadi Ketua DPW Dinilai Hanya Klaim Sepihak

RAPIMWIL: DPW PPP NTB menggelar rapat pimpinan wilayah (Rapimwil) menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) pada 7-8 April mendatang. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Tensi persaingan memperebutkan kursi Ketua DPW PPP NTB terus memanas antara Wakil Ketua DPW PPP NTB Muzihir dan Sekretaris DPW PPP NTB Muhammad Akri. Apalagi berembus kabar bahwa Akri lebih dikehendaki oleh DPP menjadi ketua DPW pengganti Wartiah yang sudah dua periode.

Terkait hal tersebut, Ketua DPC PPP Lombok Timur (Lotim) Pahroruzi membantahnya. Menurutnya, jelang penyelenggaraan Muswil pada 7-8 April mendatang, tidak ada arahan dari DPP terkait siapa yang akan diaklamasikan oleh formatur terpilih nantinya.

BACA JUGA :  Gerindra Bantah Rumor Alih Dukungan Ahyar

Adapun tim formatur yang terdiri dari lima orang, yakni perwakilan DPP, DPW dan tiga orang unsur DPC kabupaten/kota itu akan musyawarah mufakat memilih ketua DPW. “Jadi tidak ada arahan dari DPP,” katanya, kepada Radar Lombok, Selasa (6/4) kemarin.

Baginya, kabar DPP lebih menghendaki Muhammad Akri untuk memimpin PPP NTB, hanya klaim sepihak saja. DPP menyerahkan sepenuhnya kepada tim formatur yang dipilih dalam Muswil untuk bermusyawarah. Dan ia menegaskan, 8 DPC kabupaten/kota tetap solid mendukung Muzihir sebagai ketua DPW. “Intinya, 8 DPC tetap solid ke Pak Muzihir,” terangnya.

BACA JUGA :  Koalisi NW Pancor dan Anjani Terbuka

Lebih lanjut, dengan melihat komposisi dukungan, pihaknya cukup optimis Muzihir akan diaklamasikan sebagai ketua DPW. Apalagi pemilihan menggunakan sistem formatur, sehingga dipastikan tidak ada voting. “Kita optimis pak Muzihir akan diaklamasikan oleh tim formatur,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW PPP NTB Muhammad Akri memilih tidak menanggapi pernyataan Ketua DPC PPP Lotim Pahroruzi itu. (yan)