Jumlah ODP dan PDP Covid-19 di NTB Terus Bertambah 

I Gede Putu Aryadi
I Gede Putu Aryadi

MATARAM – Peningkatan jumlah orang postif di NTB terus bertambah, begitu pula dengan jumlah Orang Dalam Pemantuan (ODP) dan Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Berdasarkan update data kewaspadaan Covid-19 yang diterbitkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB per 1 April 2020 pukul 17:00 Wita, jumlah ODP yang diperiksa sebanyak 1.362 orang, dengan rincian, 1.025 orang masih dalam pengawasan.

Hasil penanganan hanya 337 orang yang sudah selesai dalam pemantuan. Jika dibandingkan dengan data per 31 Maret 2020, jumlah ODP masih diangka 887 orang dari jumlah yang diperiksa sebanyak 1.224 orang. Sisanya masih tetap 337 orang yang sudah selesai dalam pemantuan.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi menyampaikan bahwa data terbaru kewaspadaan Covid-19 di NTB terus meningkat setiap harinya.

“Ya, karena warga NTB semakin meningkat yang pulang kampung. ODP adalah warga yang pulang dari daerah terpapar, dan punya gejala ringan seperti batuk, demam, batuk dan lain-lain, wajib mengikuti isolasi mandiri sesuai SOP,” jelas Gede, Rabu (1/4).

Tidak hanya ODP yang mengalami peningkatan, berdasarkan data terbaru juga terjadi peningkatan untuk jumlah PDP yang sudah mencapai diangka 36 orang pasien, dari total yang diperiksa sebanyak 62 pasien. Hasil penanganan ada 26 yang sudah selesai dalam pengawasan. Jika dibandingkan dengan data per 31 Maret 2020, masih diangka 31 pasien PDP dari total jumlah PDP yang diperiksa sebanyak 53 pasien. Hasil penanganan hanya 22 pasien yang sudah selesai dalam pengawasan.

“PDP, pasien yang punya riwayat perjalanan ke daerah terpapar atau pernah kontak dengan pasien Covid 19, dan saat ini membutuhkan perawatan karena memiliki keluhan yang mirip dengan gejala Covid 19, sehingga ia dirawat pada ruang isolasi di RS,” jelasnya.

Untuk yang positif, tercatat enam orang di NTB, satu orang dilaporkan sudah meninggal dunia, sementara lima lainnya masih dalam perawatan. Dengan rincian dua orang asal Kabupaten Lombok Timur, 2 orang asal kota Mataram, 1 orang meninggal dunia dan 1 orang asal Kabupaten Sumbawa.

“Ya, satu yang sudah meninggal, sementara 5 lainnya masih dalam perawatan dan saat ini kondisinya sudah semakin membaik,” tutupnya. (sal)