Jangan Korbankan Kesehatan Demi MotoGP

H Helmy Faishal (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pandemi Covid-19 tidak bisa dipastikan kapan akan berakhir. Sementara tahun ini, balap MotoGP direncanakan akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika. 

Anggota DPR-RI Dapil Pulau Lombok, H Helmy Faishal mengingatkan kepada pemerintah dan semua pihak, untuk menjaga kesehatan masyarakat. “Yang harus kita perhatikan, jangan sampai penyelenggaraan MotoGP mengorbankan kesehatan,” ujarnya saat berada di Lombok, kemarin (21/2).

Ditegaskan, dirinya sangat mendukung balap MotoGP. Namun saat ini, situasi dan kondisinya berbeda. “Arab Saudi saja umroh buka tutup. Mungkin selesaikan vaksin dulu, mungkin 2023 baru berjalan (balap MotoGP),” ucapnya. 

Selama ini, dirinya selaku wakil rakyat selalu mendukung apapun yang bisa melancarkan pembangunan dan kemajuan daerah. Termasuk untuk sirkuit MotoGP. “Kami semua akan suport, berikan dukungan politik agar kesiapan-kesiapan dapat terpenuhi dengan baik,” katanya. 

Saat ini, angka pasien Covid-19 terus mending bertambah. Hal itu harus dijadikan perhatian. Jangan sampai nantinya, penyelenggaraan MotoGP membahayakan kesehatan masyarakat. 

Diakui Helmy, kunjungan wisatawan memang sangat penting. Adanya balap MotoGP akan mengundang banyak wisatawan. “Jadi ini dua hal yang sama pentingnya. Kita memang perlu kedatangan wisatawan, tapi protokol juga harus ditegakkan. Ini memang menyulitkan,” ujarnya. 

Menurut Helmy, bisa saja opsi pembatasan atau penerapan protokol kesehatan diambil. Namun, semua itu tidak mudah. “Orang yang datang, misalnya harus karantina dulu,” ucapnya. 

Apabila pelaksanaan MotoGP tetap dilakukan, banyak hal yang harus dipersiapkan. Jangan sampai banyak pengunjung yang akan terjangkit Covid-19. Penularan di hotel juga rentan. “Tenaga medis juga kan harus disiapkan,” imbuhnya. 

Balap MotoGP, apabila tetap terlaksana di NTB, akan menjadi syiar yang sangat besar manfaatnya. “MotoGP bagian dari syiar kita kepada dunia internasional. Terutama Lombok yang memiliki kawasan Mandalika sebagai icon wisata, bukan hanya icon NTB, tapi juga Indonesia,” katanya. 

Terlepas dari belum jelasnya pelaksanaan MotoGP, menurut Helmy, persiapan harus tetap dilakukan. “Di tengah pandemi ini, tugas kita adalah mempersiapkan infrastruktur. Soal keputusannya nanti seperti apa, apakah penundaan atau terapkan protokol, itu yang menurut saya beda pertimbangan,” jelasnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Lalu Hamzi Fikri yang dimintai keterangannya terkait pandemi Covid-19, belum bisa banyak berbicara. Terutama terkait dengan kapan akan berakhir pandemi saat ini. “Kita NTB belum masa puncak kasus corona,” ungkapnya. (zwr)