Jam Malam Diberlakukan, Pelanggar Langsung Ditindak

RAZIA: Polisi menggelar razia menyasar ke tempat-tempat keramaian Rabu (13/1) malam. Yang melanggar disanksi. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Seiring dengan meningkatnya kasus covid-19, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram kembali memberlakukan jam malam.

Menyikapi hal itu, Polresta Mataram menyiapkan tindakan tegas bagi warga yang melanggar ketentuan jam malam. Salah satunya dengan membubarkan segala bentuk aktivitas masyarakat. “Kita akan bubarkan kegiatannya kalau melebihi waktu jam malam yang ditentukan,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi, Kamis (14/01).

Sejak Rabu malam (13/01), gugus tugas memberlakukan lagi jam malam di Kota Mataram. Jam malam ini dengan batas maksimal pukul 22.00 WITA. Ketentuan jam malam ini berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Mataram yang dikeluarkan tahun lalu. Yaitu Surat Edaran Nomor 443/542/BPBD/VIII/2020. Jam malam diberlakukan lagi sampai pukul 06.00 WITA. “Kita bersama TNI dan Satpol PP akan menindaklanjuti pemberlakuan jam malam ini. Setiap malam akan dilaksanakan patroli skala besar bersama-sama,’’ tuturnya.

Hery mengimbau warga Kota Mataram yang melaksanakan kegiatan di malam hari agar segera kembali ke rumah masing-masing. Jika tidak, maka ketika didapati petugas akan disanksi tegas. “Kami minta pukul 22.00 itu sudah bubar,’’ tegasnya.

Tetapi sebelum dibubarkan, Kepolisian dan aparat gabungan akan mengimbau secara humanis. Mulai dengan mematikan lampu terlebih dahulu. Jika tidak diindahkan, kegiatan warga dibubarkan petugas. “Tetap kami akan humanis dulu. Tidak langsung asal-asalan membubarkan,’’ bebernya.

Khusus pedagang, Dinas terkait diminta untuk aktif menyosialisasikan. Di atas jam 10 malam, pedagang makanan diminta untuk tidak melayani makan di tempat. Tetapi dibungkus untuk dibawa pulang. “Mungkin yang take away atau yang bawa pulang masih dibolehkan,’’ katanya.

Adapun untuk kafe yang masih buka di atas jam 10 malam, tempat-tempat tersebut diatensi untuk diambil tindakan. “Kami minta kafe-kafe pinggir jalan itu untuk tidak membuat kerumunan. Banyak yang kita lihat masih berkerumun. Kami akan datangi tempat-tempat itu,’’ tegasnya. (der)