Jalur BL Diharapkan Bebas Pungutan

ILUSTRASI PPDB

MATARAM—Kekhawatiran adanya pungutan dalam pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jenjang pendidikan SMP/MTs mulai dirasakan sejumlah pihak. Pungutan ini terutama pendaftaran melalui jalur Bina Lingkungan (BL).

Ketua Dewan Pendidikan Kota Mataram, H Adnan Muhsin mengatakan, pendaftaran melalui jalur BL merupakan alternatif setelah jalur online. Jalur ini disebutnya sebagai jalur penyelamat terhadap siswa yang tidak lulus.

“Jalur online ini bukan ajang memanfaatkan masyarakat dengan mencari celah untuk memungut biaya,” ungkapnya, Rabu (12/7).

Dalam pendaftaran jalur BL, pihaknya berharap agar sekolah tak menarik pungutan apapun. Karena itu, ia mewanti-wanti sekolah agar tidak ada oknum yang akan memungut biaya aneh-aneh saat pendafataran.

Permintaan Dewan Pendidikan ini jelasnya, sesuai dengan hajatan pemerintah. Dimana untuk jenjang pendidikan dasar agar hendaknya digratiskan.

Demi memastikan proses PPDB di jalur BL steril dari pungutan, pihaknya akan turut serta dalam proses pengawasan. Agar pengwasan maksimal, pihaknya meminta agar semua pihak juga ikut terlibat.

Sejauh ini, jelasnya, pihaknya belum menemukan adanya indikasi dugaan adanya pungutan. Namun demikian, pihaknya akan terus memonitoring pelaksanaan PPDB jalur BL.

“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada indikasi yang kita temukan sebentuk Pungli,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs Kota Mataram, H. Lalu Suwarno menegaskan, pelaksanaan PPDB jalur online maupun jalur BL sangat tidak diperbolehkan adanya pungutan. Dari 6 SMP yang menyelenggarakan jalur BL hendaknya memperhatikan beberapa aturan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mataram.

Pihaknya berharap semua kepala sekolah tetap jeli dengan oknum-oknum yang mencoba berniat yang baik dalam momen ini. Terlebih pada momen ini disebutnya cukup rawan dengan aksi pungli.

“Teman-teman kepala sekolah kita semoga jeli menyikapi hal ini,” harapnya. (cr-rie)

BACA JUGA :  Kota Mataram Juara Duta Sanitasi Tingkat NTB