Investor Pelabuhan Awang Menghilang

BUTUH INVESTOR: PPN Awang masih membutuhkan investor untuk membangun sejumlah fasilitas pendukung. (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Keberadaan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang Desa Mertak Kecamatan Pujut, Lombok Tengah selama ini terus mendapatkan perhatian.

Setelah sebelumnya puluhan kapal mulai beraktivitas di tempat tersebut, ternyata hal ini membuat berbagai investor mulai melirik keberadaan PPN Teluk Awang ini. Sejumlah investor baik dalam maupun luar negeri mulai melirik pelabuhan ini.
Namun, setelah adanya Covid-19 ini membuat para investor yang akan berinvestasi menghilang. Beberapa investor ini bahkan sudah mengajukan syarat untuk membangun sarana dan perasarana pendukung di pelabuhan itu. “Mungkin karena dampak Covid-19 membuat banyak hilang informasi. Dulu banyak yang datang baik dalam hingga luar negeri untuk membuat pabrik es dan lainnya, tapi sekarang belum ada kejelasan. Jadi kita masih menunggu dulu perkembangannya,” ungkap Kepala Dislutkan Lombok Tengah, M Kamrin.

Kamrin menyebut, setidaknya ada empat investor yang mulai tertarik mengelola Pelabuhan Awang. Bahkan ada yang dari China dan Singapura hingga Malaysia masih mengurus izin di pusat. Kedua perusahaan lokal yang mengelola seperti perusahaan Kasi Setia Mina dan Kasi Setia AGP. Keduanya mengelola kapal dan armada di pelabuhan tersebut. Sementara dua investor asing ini akan mengelola bangunan cold storage, pabrik es, pengelolan ikan dan docking kapal. “Sebelumnya ada dua perusahaan yang dalam peroses verifikasi dan validasi dokumen. Setelah semua sudah tuntas, baru kemudian mengarah ke kontrak kerja serta sewa lahan. Dari segi persyaratan memang mereka sudah memenuhi semua dan persyaratan itulah yang saat ini sedang dikaji. Tapi setelah Covid-19 ini tidak ada informasi,” terangnya.

Sebelum izin keluar, maka sudah dipastikan jika berbagai persyaratan bisa terpenuhi. Jangan sampai investor yang akan membangun Awang hanya akan-akan saja. Artinya tidak secara langsung melakukan pembangunan sesuai dengan perjanjianya nantinya. “Mudahan pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan kembali ada kejelasan terkait dengan pelabuhan Awang ini,” harapnya.

Ditegaskan, untuk memenuhi segala kebutuhan atau prasarana di PPN Awang membutuhkan peran serta investor. Masih banyak prasarana yang dibutuhkan, salah satunya sarana pabrik es dan cold storage. Hal ini vital untuk mendukung logistik kapal-kapal dari luar daerah yang akan direlokasi pangkalannya ke Teluk Awang kedepanya. “Banyak yang urusannya dengan pusat langsung. Maka kita posisinya menunggu,” terangnya. (met)